OPSI Berupaya Berdayakan Komunitas LGBT dan Pengidap HIV di Kota Jayapura

0
224
Suasana pertemuan para komunitas LGBT, dan Komunitas Pengidap HIV bersama insan pers Kota Jayapura di Furia Corner Caffe, Kotaraja, Kamis (8/8/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) terus berupaya memberdayakan komunitas-komunitas yang selama ini terkesan termarginalkan di lingkungan masyarakat.

Komunitas atau organisasi tersebut, terutama adalah komunitas para Lesbian, Gay, biseksual dan Transgender (LGBT), dan komunitas para pengidap HIV AIDS.

Setelah menggelar dialog di Hotel Aston Jayapura beberapa waktu lalu, OPSI kembali memfasilitasi para komunitas tersebut untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia pers dalam sebuah diskusi lepas di Furia Corner Caffe, Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (8/8/19).

Vocal Poin OPSI di Kota Jayapura, Hiswita Pangau mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menfasilitasi komunitas tersebut agar tidak ada upaya maginalisasi ataupun diskriminasi di masyarakat terhadap komunitas dan anggotanya.

Dikatakan, komunitas yang ada bukan hanya ODIV (ODHA), tetapi juga ada transgender, lesbian, LSL atau MSM, atau yang disebut LGBT.

“Komunitas ini punya hak yang sama, untuk di pemberitaannya mungkin lebih positif,” ungkapnya kepada awak media.

Selain itu, juga untuk membangun jejaring, serta kedepannya akan membangun kesepakatan-kesepakatan ataupun kerja sama-kerja sama dengan media.

“Meskipun pemberitaan itu sedikit atau kecil, tetapi kedepan kami harapkan ada pemberitaan terkait komunitas yang lebih positif,” harapnya.

OPSI pun masih akan terus berupaya membangun komunikasi dengan stakeholder lain, dan yang telah diagendakan adalah pertemuan dengan tokoh adat dan tokoh agama, yang akan digelar pada pertengahan Bulan ASgustus 2019 nanti.

OPSI sendiri organisais dibawah Kementerian Kesehatan dan Indonesian AIDS Collection (IAC).

Melalui program OPSI, diharapkan marginalisasi ataupun diskriminasi terhadap komunitas LGBT, komunitas pengidap HIV, ataupun komunitas pekerja seks komersial, bisa dikurangi.

Saat ini, melalui OPSI Papua, sedang berupaya mendata lebih mendetail, karena banyak yang sebenarnya bisa masuk pada komunitas tersebut, tetapi masih belum mau bergabung dengan komunitas karena berbagai alasan.

Ikbal, selaku anggota Komunitas Papua Pecinta Damai (Papeda) menyambut baik upaya OPSI tersebut.

“Kegiatan ini sangat baik bagi kami komunitas, karena kami selama ini tidak saling kenal dengan berbagai komunitas,” ungkapnya saat ditemui di Kotaraja.[yat]