Paguyuban Nusantara Mengutuk Keras Rasisme di Surabaya

0
185
Caption : Foto bersama Paguyuban Nusantara usai melakukan pertemuan dan jumpa pers saat menyuarakan yel-yel nusantara, Kamis (22/8/2019)
Caption : Foto bersama Paguyuban Nusantara usai melakukan pertemuan dan jumpa pers saat menyuarakan yel-yel nusantara, Kamis (22/8/2019)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Paguyuban Nusantara mengutuk keras rasisme yang terjadi beberapa waktu lalu kepada mahasiswa Papua. Hal tersebut mendorong paguyuban nusantara untuk melakukan pertemuan dan jumpa pers, Kamis (22/8/2019) di Kampkey-Jayapura.

Dalam pertemuan itu, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua, Dr. Tahyudin Muntu mengatakan apa yang disampaikan oleh masyarakat diluar sana tentang Papua itu salah besar dan tidak benar.

Seperti pepatah mengatakan bahwa dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung, dan semua segala adat istiadat kita harus junjung tinggi sebagai harkat dan martabat manusia.

“Sebagai warga Makassar, sebagai warga Indonesia, saya mengutuk keras pernyataan-pernyataan yang berbau rasis terhadap orang Papua. Saya juga orang Papua karena saya dan anak-anak saya semua lahir disini dan kalau Tuhan berkehendak saya juga mati di tanah Papua,” ucapnya.

Senada dengan itu, Dr. Hj. Sarminanto mewakili Ketua Perhimpunan Kerukunan Jawa Madura menyampaikan, suku Jawa banyak yang hidup dirantauan Papua, sehingga Papua merupakan rumah mereka.

“Kalau ada saudara kita didzolimi di luar Papua, kami juga merasa sakit, kami pun juga merasa tidak nyaman. Untuk itu kami mengutuk keras apa yang menjadi perilaku-perilaku yang dilakukan saudara-saudara kita di Jawa,” ujarnya.

Bahkan ia lanjutkan, kedepannya akan ada event PON XX 2020. Maka ia mengajak semua masyarakat menjaga lingkungan Papua agar tetap konduktif sehingga saudara-saudara yang mau datang ke Papua merasa nyaman.

“Untuk itu kami mendorong dan menyupport kerukunan-kerukunan di Papua untuk menjadi satu keluarga besar dan tidak ada sekat diantara kita,” lanjutnya.

Selanjutnya mewakili para aktifis, Benyamin Gurik menegaskan bahwa perlakuan merendahkan martabat, itu yang perlu dilawan.

“Itu bukan orangnya, tapi perlakuannya, itu yang harus kita lawan. Maka saya minta untuk seluruh orang Papua dimanapun berada, khususnya wilayah Papua, mari kita bergandeng tangan dengan saudara-saudara kita yang ada diatas tanah Papua ini untuk berdiri bersama-sama untuk melawan sikap, perilaku yang merendahkan martabat kita orang Papua, itu yang kita lawan. Mari kita jadi teladan bahwa kita cinta akan kedamaian dan kerukunan, kami tidak menentang orang berdasarkan warna kulit dan agama,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua KNPI, Albert Wanimbo mengungkapkan bahwa sebagai tidak boleh saling membenci, sehingga ia mendukung paguyuban Nusantara untuk bergandeng tangan melawan rasisme.

“Saya yakin dan percaya saudara-saudara kita senusantara darimana saja kita semua bersaudara. Kita semua sepakat melawan rasisme. Saya juga berharap seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga masyarakat Papua diluar sana seperti kami juga menjaga masyarakat dari luar Papua yang berada di Papua,” tukasnya. [ayu]