Pakai Akun Palsu Sebagai Polisi, Seorang Pria Enam Kali Perkosa dan Rampas Harta Para Korbannya

241

SENTANI, PapuaSatu.com – Seorang pria beronisial AE (26) diringkus aparat Polsek Sentani Kota lantaran diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan dan perampasan harta kilik para korbannya.

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH mengungkapkan, tersangka AE mengaku telah 8 kali melakukan tindak pidana serupa, 6 kali dianyaranya korban diperkosa dan dirampas hartanya, dan 2 kali tidak berhasil memperkosa korban karena korban melawan dan berhasil kabur.

“Kasus ini terungkap setelah korban berinisial GN (20) melaporkan kejadian yang dialami pada tanggal 17 Februari 2024,” ungkap Kapolres didampingi Kapolsek Sentani Timur AKP Johan Taudufu, Wakapolsek Iptu Seryanto AP, Kanit Reskrim Polsek Aiptu Frengky Pangkali, SH dan Ka tim Opsnal Polsek Sentani Timur Bripka Daniel Tapilatu, SH.

Kata Kapolres, bahwa pelaku merupakan residivis dan sudah keluar masuk Lembaga Pemasyarakatan 2 kali.

Modus pelaku adalah menggunakan akun palsu dengan profil anggota Polri, kemudian mengajak korban ketemuan, selanjutnya merampas barang – barang dan memperkosa korban.

Lebih lanjut AKBP Fredrickus mengatakan, saat dilokasi yang telah ditentukan untuk bertemu, pelaku berdalih juga menunggu orang yang sama yang dikenal korban melalui Facebook, sehingga pelaku mengajak korban bersama – sama menemuinya padahal itu siasat pelaku untuk membawa korban ke tempat sepi dan langsung melancarkan aksinya.

“Setelah dilakukan penyelidikan pelaku berhasil ditangkap Opsnal Reskrim Polsek Sentani Timur pada tanggal 05 April 2024 kemarin, pelaku mengaku bukan hanya itu saja tapi sudah 8 kali melakukan aksi kejahatan, dimana 6 kali kejahatan para korbannya diperkosa sedangkan 2 kali korban tidak sempat diperkosa karena melawan dan setelah di telusuri ternyata 5 diantaranya terdapat laporan polisinya di Polsek Sentani Timur, sehingga akan terus kita kembangkan kasus ini,” papar Kapolres.

Kepada penyidik, pelaku AE yang merupakan duda anak satu tersebut mengaku melakukan tindak pidana karena kecanduan nonton video porno dan mabuk-mabukan.

Dalam upaya penyelidikan dan penyidikan, Polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, 1 unit motor honda beat, 1 unit HP samsung milik korban dan 1 bilah parang yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya.

“Pelaku AE (26) kami jerat pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan pasal 356 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tutup Kapolres Jayapura.[yat]