Pangdam XVII/Cenderawasih Tegaskan Akan Memproses Hukum Prajurit TNI Yang Bersalah

172
Caption : Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, saat bertemu langsung dengan anggota Yonif 754 di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, pada Minggu (12/4/2020) siang.
Caption : Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, saat bertemu langsung dengan anggota Yonif 754 di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, pada Minggu (12/4/2020) siang.

JAYAPURA, PapuaSatu.comPanglima XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, menegaskan, pihaknya akan memproses hukum bagi setiap anggota yang melakukan pelanggaran diluar dari aturan TNI.

“Saya tidak akan melindungi anggota yang salah. Saya tegaskan, bahwa proses hukum akan dilakukan bagi kalian yang berbuat pelanggaran,” tegas Pangdam di hadapan anggota Pos Satgas Yonif 754 dalam kunjungannya bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, di  Pos Yonif 754 Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, pada Minggu (12/4/2020) siang.

Kedatangan Pangdam bersama Kapolda di Kabupaten Mamberamo Raya, tepat terjadi insiden bentrokan itu, untuk melihat langsung lokasi kejadian sekaligus memastikan bahwa investigasi gabungan TNI – Polri masih terus dilakukan untuk memeriksa oknum prajurit TNI yang terlibat dalam insiden bentrokan yang menyebabkan ter tembaknya anggota Polres Mamberamo Raya kemarin.

Jenderal BIntang dua ini akan mengevaluasi unsur pimpinan pos yang kurang mampu berkoordinasi dengan baik dengan institusi kepolisian. “Ini tidak boleh terjadi lagi. Semua anggota TNI di wilayah harus saling mengenal dengan rekan dari kepolisian. Bila kalian saling mengenal, maka persoalan di lapangan akan cepat terselesaikan,” tukasnya.

Pangdam mengingatkan agar prajurit yang bertugas di wilayah untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di tempat mereka bertugas.

“Pahami kearifan lokal masyarakat dan jadikan Bupati dan tokoh-tokoh masyarakat setempat sebagai orangtua kalian, supaya kalian tidak salah melangkah saat melaksanakan tugas,” pungkas Mayjen TNI Herman Asaribab. [redaksi]