
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Panitia Khusus Pekan Olahraga Nasional XX & Pekan Paralimpiade Nasioanl XVI (Pansus PON XX & PPN XVI) tahun 2021 melakukan pertemuan bersama Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX tahun 2021 di Hotel Aston Jayapura, Rabu (25/8/21) siang.
Ketua Pansus PON XX & PPN XVI tahun 2021, Kamasan Jack Komboy mengatakan, pertemuan ini dilakukan guna mendengar langsung informasi dari ketua Panwasrah terkait update persiapan PON sampai hari ini.
“Jadi beberapa hal sudah disampaikan, tentunya ada beberapa kendala-kendala dan yang menjadi hal mendesak hari ini adalah menyangkut konsumsi dan lain-lain (transportasi dan akomodasi),” katanya pada wartawan usai pertemuan tersebut.
Setelah pertemuan ini, Jack berencana akan mengundang PB PON dan klaster-klaster untuk melihat kesiapan 1 bulan menjelang PON. “Kami berharap mereka semua bisa hadir sehingga dapat berdiskusi kira-kira bagaimana kesiapan-kesiapan dari masing-masing klaster dalam pelaksanaan PON nanti,” ujar Jack.
Dikesempatan yang sama, Ketua Panwasrah PON XX tahun 2021, Mayjen TNI (Purn) Dr.Suwarno mengungkapkan, didalam persiapan PON yang waktunya sudah pendek ini, ada beberapa tindakan yang perlu percepatan terutama yang terkait dengan persiapan akomodasi, konsumsi, transportasi dan bidang-bidang lain yang perlu percepatan.
“Oleh sebab itu, Pansus ini kan perannya sebagai pengawas dan kita harapkan bisa membantu untuk melakukan percepatan,” ungkapnya.
Maka, Suwarno menyarankan kepada Pansus untuk mendorong agar bagaimana PB PON dengan klaster-klater bersama dengan bidang-bidang prioritas tersebut. “Kalau semuanya kita berpikir untuk sukses PON, saya kira apa yang kita harapkan bisa tercapai. Sekarang yang menjadi poin prioritas adalah waktunya sudah mepet, sudah dekat, sikronisasi saja antara rencana yang sudah dibuat dengan PB PON dengan apa yang digelar di Sub Klaster,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRP Papua, Johny Banua Rouw membeberkan, masih ada beberapa kendala yaitu sampai hari ini dana yang dijanjikan oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,4 Triliun yang diperuntukan untuk PB PON yang disiapkan untuk membiayai konsumsi, transportasi dan penginapan (akomodasi).
“Namun sampai saat ini dana ini belum ada di kami di Papua. Ini sangat menghambat persiapan PB PON untuk menghadapi PON,” ungkapnya.
Johny menjelaskan, dengan hambatan tersebut sehingga sampai saat ini belum ada MoU antara PB PON dan pihak yang mengurus makanan (konsumsi), pihak kendaraan-kendaraan lokal (transportasi) serta hotel-hotel (akomodasi).
“Kendaraan lokal yang ada disini kan bukan hanya bus yang kita harapkan untuk peserta, tapi bagaimana pimpinan kontingen? setiap kontingen juga kita harus siapkan kendaraan. Nah ini yang harus kita siapkan ke mereka dan ini belum ada MoU,” jelas Johny.
Ia khawatir, dengan belum adanya MoU dengan pihak hotel, maka ada kemungkinan KONI dari daerah lain bisa mendahului hal tersebut. “Kita tahu bahwa hotel kita sangat terbatas, kalau mereka belum MoU, ada dari KONI lain datang dan mereka sudah mendahului itu, nanti kontingen datang mau tinggal dimana? Bisa-bisa kami kekurangan kamar untuk peserta atau kontingen,” jelasnya lagi.
Untuk penginapan atlit sendiri ada 2 jenis yaitu penginapan hotel dan non hotel. Penginapan non hotel yakni adalah asrama-asrama dan wisma yang direhab. Namun, pada saat peninjauan Pansus ke tempat-tempat non hotel yang maksud, Pansus dapati masih banyak kekurangan.
“Dengan waktu yang singkat kami tinjau beberapa venue dan penginapan. Contoh di wisma panahan disana belum ada AC, belum ada tempat tidur, intalasi air belum ada, listrik juga belum ada. Kami lihat ruang makan sangat kecil, tidak memadai,” ujarnya.
Maka ia dan tim Pansus mendorong agar percepatan ini terjadi sehingga pelaksanaan PON bisa maksimal. Ia juga meminta adanya transparansi dari PB PON terkait biaya agar bisa mencari solusi bersama.
“Kalau terjadi kekurangan biaya, berapa biayanya harus ada hitungan yang pasti dan segera sampaikan kepada kita agar kita mencari solusi. Tapi prinsipnya harus jelas karena yang kita gunakan ini uang rakyat yang harus kita bicarakan bersama-sama,” tutupnya. [ayu]










