Pantai Amban Manokwari Terancam Abrasi, Warga Setempat Panik

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Pesisir Pantai Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat terancaman Abrasi akibat cuaca ekstrim.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Yorhen Mandacan mengatakan, ancaman abrasi ini sudah berlangsung sejak akhir Desember 2021 hingga Maret 2022.

“Abrasi ini terjadi setiap tahun, minimal 1 meter sampaikan 2 meter. Apalagi sekarang musim angin begini, tambah parah,”kata Ketua Pokdarwis Manokwari, Yorhen Mandacan kepada PapuaSatu.com, Kamis (03/03/2022).

Menurutnya, Abrasi panjang tersebut bukan saja terjadi pantai amban, namun mulai terjadi sampai dipesisir sorong.

Untuk itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar dapat melihat persoalan ancaman abrasi yang meresahkan warga yang tinggal di daerah pesisir.

Terlebih khusus pantai amban yang merupakan tempat wisata lokal, kata dia, harus ada pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah. Supaya selain warga setempat yang tidak merasa aman, tapi juga para pengunjung.

“Kedepan kami Pokdarwis akan lakukan pengembangan pisisir pantai amban menjadi tempat wisata berskala nasional. Jadi kami meminta perintah agar mengambil langkah-langkah pencegahan,”sebutnya.

Kasubid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Simon Warijo yang dikonfirmasi menyebutkan, bahwa BPBD Papua Barat akan membentuk tim untuk melakukan kajian.

“Abrasi yang terjadi itu dipengaruhi oleh cuaca ekstrim yang mulai berjalan selama 2 tahun, yang mengakibatkan bencana lalina (angin disertai dengan gelombang). Contoh seperti yang terjadi di jembatan puri, sorong berapa waktu lalu,”jelas Warijo.

Maka, kata dia, BPBD Papua Barat akan melakukan kajian terkait dampak cuaca ekstrim terhadap warga setempat, terutama yang tinggal disepanjang pesisir pantai.

“Warga setempat melaporkan bahwa mereka (warga-red) abrasi. Masyarakat takutnya tempat tinggal mereka terkena gelombang. Jadi masyarakat sendiri ada lakukan penanggulangan sementara,”sebut dia.

Sementara Ilyas Setiawan, warga setempat mengemukakan, kondisi cuaca ekstrim yang mengakibatkan terjadi abrasi di pantai amban ini cukup parah dan membuat masyarakat panik.

“Perlu ada tindakan khusus dari pemerintah, apakah melakukan peninjauan atau mengambil langkah penanggulangan abrasi pantai ini. Intinya semua harus terlibat,”tandasnya. [free]