Pejabat yang Dilantik Harus Mampu Terjemahkan Visi Misi Gubernur Papua: “Saya Mau Percepatan Program Strategis Berlari Seperti Jet”

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pembangunan di Papua.

‎Langkah yang diambil dalam melakukan program percepatan salah satunya pelantikan pejabat serta penataan ulang posisi ASN agar sejalan dengan visi-misinya selama lima tahun ke depan.

‎“Beberapa waktu lalu, tugas gubernur harus segera dilakukan. Tidak mungkin saya kendalikan semua sendiri. Maka penting untuk segera melantik pejabat supaya tugas-tugas kesekretariatan dapat berjalan,” ujar Gubernur Fakhiri.

‎Gubernur menegaskan, percepatan ini penting dilakukan untuk mendukung visi misinya dalam mewujudkan Papua Cerah.

‎Sejalan dengan itu, Gubernur telah menyerahkan beberapa surat tugas kepada pejabat yang dianggap mampu menerjemahkan arah kebijakan pemerintah provinsi.

‎“Saya tidak perlu lagi bicara berkali-kali. Mereka harus langsung paham. Saya butuh orang-orang yang bisa menangkap kemauan saya dengan cepat,” tegasnya.

‎Salah satu langkah strategis ialah pergeseran pejabat dari beberapa dinas, termasuk Dinas Perindustrian yang dipindahkan ke sektor transmigrasi.

‎Gubernur Fakhiri menyebut, bahwa keputusan ini diambil agar program yang sudah didukung pemerintah pusat dapat segera dieksekusi, termasuk pembangunan kawasan sepanjang ruas Jalan Trans menuju Wamena yang ditargetkan dapat digunakan pada tahun 2026.

‎“Di sepanjang badan jalan harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan program nasional—perkebunan, pemukiman, dan lainnya. Selain itu, ada juga masyarakat asli Papua yang akan direlokasi ke kawasan tersebut. Dana dari pusat sudah ada, tinggal eksekusi,” jelasnya.

‎Gunernur telah memastikan bahwa anggaran dari Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Pertanian telah diterima sehingga beberapa program dapat mulai berjalan sejak tahun ini. “Walaupun waktu saya tinggal dua bulan, harus ada progresnya. Besok saya akan cek lokasi pembangunan rumah dan kawasan kumuh yang akan ditata. Bantuan Rp350 juta dari kementerian juga harus dipastikan sudah siap,” katanya.

‎Untuk itu, Gubernur Fakhiri mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik wajib bergerak cepat. “Saya sudah sampaikan, saya mau kita lari seperti jet. Kalau tidak mampu, silakan mundur. Saya tidak butuh orang yang hanya duduk dapat jabatan. Yang penting mau bekerja dan menjalankan apa yang diperintahkan pimpinan.”

‎Selain itu, ia menyampaikan bahwa bantuan lain dari pemerintah pusat, termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta program perumahan untuk ASN dengan bunga rendah, juga akan segera disalurkan. Semua program tersebut nantinya akan diteruskan ke kabupaten/kota untuk direalisasikan.

‎Gubernur berencana memanggil seluruh kepala daerah se-Papua dalam waktu dekat untuk menyelaraskan percepatan pelaksanaan program. “Kita harus jalan bersama. Tugas saya mencari anggaran, tugas kabupaten/kota menjalankan,” tegasnya.

‎Di akhir penyampaiannya, Fakhiri juga menyinggung adanya isu yang sedang viral, namun belum menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. [loy]