Pembatasan Aktifitas Masyarakat di Kabupaten Jayapura Diperpanjang Sampai 18 Juni

318
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Mahius Awoitauw saat berbincang-bincang dengan anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 usai rapat, Rabu (3/6/20)
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Mahius Awoitauw saat berbincang-bincang dengan anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 usai rapat, Rabu (3/6/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Meski keadaan New Normal (kenormalan baru) telah dimulai, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura masih melanjutkan pembatasan aktifitas masyarakat hingga 14 hari kedepan.

Sekedar diketahui, pembatasan aktifitas masyarakat yang sedang berlaku di Kabupaten Jayapura akan berakhir Hari Kamis (4/6/20).

Dengan diperpanjangnya pembatasan aktifitas tersebut, makan aktifitas masyarakat masih akan dibatasi sampai tanggal 18 Juni 2020.

Masyarakat pun antara was-was terkait kasus virus corona yang masih ada, serta berharap dapat beraktifitas seperti sebelum ada virus corona, yakni ada aktifitas transportasi udara dan bisa beraktifitas hingga malam, dan lain-lain.

Penegasan perpanjangan pembatasan aktifitas tersebut diungkapkan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Mahius Awoitauw, saat ditemui wartawan usai mengelar rapat bersama Tim Gugus Tugas di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (3/6/20).

“Ada perpanjangan 14 hari lagi,” tandasnya.

Hal itu, kata Mathius Awoitauw yang juga Bupati Jayapura dua periode tersebut, karena Kabupaten Jayapura masih tergolong daerah merah Covid-19.

Pembatasan aktifitas masih seperti yang selama ini berlangsung, yaitu tidak ada aktifitas penerbangan untuk penumpang orang di Bandara Sentani, serta aktifitas masyarakat dibatasi dari pukul 06.00-14.00 WIT.

Pembatasan tersebut dilakukan meski Kabupaten Jayapura juga mulai memberlakuan new normal, yang dimulai dengan masa transisi terlebih dahulu. “New normal sudah kita mulai ini,” tandasnya lagi.

Hal itu, dengan tetap ada pembatasan, serta pertemuan atau rapat harus dilakukan dengan metode baru, yaitu secara online.

“Kalau tempat ibadah, sekolah-sekolah, itu sedang kita kaji, khusus untuk zona hijau,” jelasnya.

Sedangkan zona merah dengan zona kuning, tegas Mathius Awoitauw, tidak ada  toleransi, yaitu pembatasan aktifitas yang sudah berlaku selama ini terus berlanjut.

Untuk diketahui, di Kabupaten Jayapura ada dua wilayah berdasarkan distrik yang masuk zona merah, yaitu Distrik Sentani dan Distrik Waibu.

Sedangkan zona kuning hanya satu distrik, yaitu Distrik Sentani Timur.

Sedangkan sisanya, atau 16 distrik masih zona hijau.[yat]