Pemerintah Kabupaten Jayapura Gelar Temu Bisnis Dengan Investor Asing Terkait Ekspor Ikan

58
Penandatanganan MoU tentang penjajakan potensi ekspor ikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi dengan investor asal Malaysia di Hotel Horison Sentani, Selasa (31/5/23)
Penandatanganan MoU tentang penjajakan potensi ekspor ikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi dengan investor asal Malaysia di Hotel Horison Sentani, Selasa (31/5/23)

SENTANI, PapuaSatu.com – Langkah maju di bidang perikanan dicapai antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan pengusaha eksportir ikan asal Malaysia.

Hal itu dengan ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang penjajakan potensi ekspor ikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura dengan investor asing yang dihadiri puluhan pengusaha lokal di Hotel Horison Sentani, Selasa (31/5/23).

MoU juga dilakukan antara pihak investor dengan Pemerintah Kabupaten Sarmi.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Pj. Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sarmi, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Pemerintah Provinsi Papua, Tokoh Adat Wilayah Tabi, Lantamal X Jayapura, kepolisian dan sejumlah undangan lainnya.

Pj. Bupati Jayapura mengungkapkan apresiasinya atas tercapainya MoU tersebut dan berharap benar-benar bisa meningkatkan sektor perikanan di Kabupaten Jayapura.

“Kerja sama dalam rangka menjajaki kesiapan untuk ekspor ikan, khususnya di Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Mamberamo Raya, saya rasa sangat penting sekali pertemuan ini,” ungkapnya saat ditemui wartawan usai penanndatangan MoU tersebut.

Melalui MoU tersebut, diharapkan juga memberi wawasan baru bagi para pelaku usaha perikanan, baik nelayan maupun perusahaan untuk meningkatkan produksinya menuju ke tahapan ekspor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, Rudi Saragih mengungkapkan, bahwa tercapainya MoU tersebut merupakan jawaban atas keluhan para nelayan dan pengusaha di bidang perikanan terkait pemasaran produksi ikan.

“Kita mendatangkan investor ini, karena masalah pemasaran merupakan masalah dari dulu sampai sekarang,” ungkapnya.[yat]