Pemerintah Kota Jayapura Harus Buka Mata dengan Kasus Pembunuhan di Expo Waena karena Miras

1579
Ketua Solidaritas Anti Miras (SAMN) Kota Jayapura, Anias Lengka
Ketua Solidaritas Anti Miras (SAMN) Kota Jayapura, Anias Lengka

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua Solidaritas Anti Miras (SAMN) Kota Jayapura, Anias Lengka menyelesalkan ada kasus pembunuhan terhadap salah satu anggota TNI-AD di Expo Waena dikarenakan minuman keras (MIRAS).

“Kami selaku penggiat anti Miras di Kota Jayapura ini tidak terlepas dari fungsi control kami ketika masih ada yang jatuh korban hanya karena minuman keras, ada kasus pembunuhan, penganiayaan maupun kasus kekerasan yang mengancam nyawa manusia,” kata Anias kepada PapuaSatu.com,  Rabu (29/5/2019).

Kasus yang terjadi Expo Waena Pemerintah Kota Jayapura harus buka mata dan harus menjadi perhatian serius karena Kota Jayapura sebagai jantung ibu Kota Provinsi Papua merupakan barometer pendidikan, Kesehatan dan perekonomian sehingga penetiban miras di Kota yang kita cintai bersama ini perlu ditindak tegas.

“Selama penjualan minuman keras masih diberlakukan di Kota Jayapura maka kasus pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan dan berbagai kejahatan lainnya tidak akan pernah berhenti,” ujarnya.

Jika Pemerintah Kota Jayapura sulit untuk memberantas penjualan minuman keras, maka diminta agar pemerintah kota membetuk tim satgas adat untuk bekerjasama dengan Satpol PP melakukan sweeping.

Dikatakan, pemerintah harus bertindak tegas kepada mereka yang menjual minuman keras dan Pemerintah juga harus menyiapkan lokasi kepada mereka yang menjual miras illegal maupun legal agar keamanan dan keteriban masyarakat umum bisa berjalan dengan baik

“Kami tidak punya kepentingan apa-apa, tapi kami punya kepentingan kepada masyarakat terutama generasi penerus yang nyawa hanya karena minuman keras,” tukasnya.

Ia menegaskan, minuman keras semua akan korban baik yang minum maupun yang tidak minum minuman keras. “Contohnya, anggota TNI yang tidak minum minuman keras jadi korban penyerangan dari orang yang minum minuman keras. Kasian kan dia, nyawanya sampai melayang,” ujar dia.

Dengan peristiwa yang terjadi, Anias meminta kepada Pemerintah Kota untuk membuka mata dan hati, karena kasus pembunuhan bukan hanya kali ini saja terjadi tapi masih saja pembiaran.

“Jadi saya menganggap bahwa ini pembiaran yang luar biasa dan sengaja pemerintah kota membiarkan dan memelihata kasus kejahatan di Kota Jayapura ini,” tukas  Anias.

Menurutnya, persoalan miras bukan persoalan kecil tapi ini persoalan besar sehingga perlu ada ketegasan dan penertiban penjualan miras.

“Harus ada pengawasan juga bagi mereka yang membeli minuman keras, entah itu masyarakat dewasa, anak sekolah, remaja dan lainnya. Harus dilakukan pengawasan. Harus di atur dengan baik, dan harus kembali kepada pemerintah itu sendiri agar masyarakat bisa menjalani hidup secara tertib,” paparnya.

Pemerintah Kota Jayapura harus belajar dengan pemerintahan kabupaten Jayawijaya yang telah komitmen memberantas minuman keras di kabupaten tersebut.

“Harus belajar dari sana, kepemimpinan bupati Jayawijaya sangat aktif memberantas miras karena tidak rakyatnya jatuh korban hanya karena miras,” pungkasnya. [loy]