Pemkab Keerom Gelar Doa Lintas Agama, Berharap Kondusif Daerah Terus Terjaga

0
111
Caption: Suasana doa lintas agama yang digelar Pemerintah Keera, di halaman kantor otonom kabupaten Keera, Senin (16/9/2019).
Caption: Suasana doa lintas agama yang digelar Pemerintah Keera, di halaman kantor otonom kabupaten Keera, Senin (16/9/2019).

KEEROM, PapuaSatu.com – Pemerintah Kabupaten Keerom menggelar doa lintas agama sebagai salah satu wujud syukur tetap terjaganya keamanan dan ketentraman. Diharapkan kedepan kondisi Keerom yang kondusif dapat terus terjaga.

Kegiatan yang ber;langsung di halaman kantor otonom kabupaten Keerom ini dihadiri oleh Bupati Keerom Muh. Markum, Kapolres Keerom AKBP. Muji Windi Harto, Ketua FKUB Keerom Pdt. Karel Sopamena, pimpinan OPD Pemkab Keerom serta masyarakat.

Menurut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom Pdt. Karel Sopamena, keadaan aman dan tentram di Keerom merupakan berkat pertolongan Tuhan, untuk itu sebagai umat harus mensyukuri apa yang telah dibuat Tuhan.

Kerukunan, kata Pdt. Karel Sopamena, merupakan sesuatu yang indah. Untuk itu Keerom yang terdiri dari berbagai agama harus terus meningkatkan kerukunan, menjaga kebersamaan dan menjaga persaudaraan.

“Ketika kita melewati berbagai gejolak di Papua maka di Keerom pada hari ini kita boleh mengangkat hati kepada Tuhan mensyukuri apa yang dibuat Tuhan bagi kita,” ujar Pdt. Karel Sopamena saat memberikan sambutan dalam acara doa lintas agama yang berlangsung Senin (16/9/2019).

Menjaga kerukunan, tambah Ketua FKUB, merupakan langkah awal hidup bersaudara antar umat manusia. Sehingga segala gejolak yang coba tercipta dengan sendirinya tidak mempan.

“Ale rasa beta rasa, jadi ketika kerukunan itu baik maka segala gejolak di kabupaten Keerom tetap kita yakin aman dan tentram,” ujar Ketua FKUB Keerom.

Pdt. Karel Sopamena mengingatkan kepada seluruh umat beragama untuk tidak saling tuding tentang agama mana yang paling penting, apalagi hingga mengintervensi agama lain.

Karena menurutnya, semua ajaran agama mengajarkan tentang kebaikan dan kasih. Sehingga diwajibkan untuk saling menghargai pemeluk agama lain.

“Ketika kita hidup didalam kerukunan, Tuhan sangat sayang kepada kita. Karena kita hidup didunia ini bukan kekal selama-lamanya kita hidup ini hanya sementara waktu. Kita bagaikan orang-orang perantau yang ketika suatu kelak kita akan dipanggil Tuhan. Untuk itu mari kita jaga toleransi kita. Jangan kita memandang agama lain itu agama yang tidak penting atau jangan kita intervensi agama lain, jangan kita koreksi agama lain, kita semua didunia ini sama,” papar Ketua FKUB.

Sementara itu Bupati Keerom Muh Markum, menyambut baik doa lintas agama karena dapat menjadi forum silaturahmi dan memupuk persatuan dan kesatuan bermasyarakat di kabupaten Keerom.

Bupati juga berharap Keerom sebagai daerah yang berbatasan dengan negara PNG tidak mudah terpancing dengan isu maupun berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Sehingga kondisi aman dan nyaman tetap tercipta untuk mendukung proses pembangunan daerah.

“Saya kira forum ini sangat strategis digunakan sebagai upaya menemukan visi dan misi dari semua pihak. Tidak hanya terkait kerukunan kehidupan masyarakat tapi kerukunan kehidupan beragama. Disamping itu negara kita dihadapkan dengan banyaknya penyebaran-penyebaran berita hoax. Disini saya sangat harapkan kepada semua pihak tidak mudah terpancing isu dan berita yang belum jelas kebenarannya,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan, kabupaten Keerom sebagai daerah yang terkenal dengan istilah miniatur Indonesia karena dimukim berbagai suku bangsa, menolak dengan tegas segala tindakan rasisme, diskriminasi, anarkhisme, paham radikal, terorisme dan hoax.

Mengaja kerukunan umat beragama, lanjut Bupati, merupakan sebuah kewajiban masyarakat yang hidup di kabupaten Keerom. Karena aktivitas masyarakat maupun pembangunan daerah sangat bergantung kepada keamanan daerah.

“Saya mengajak kita semua untuk menjaga kerukunan beragama, menjaga kedamaian dan keharmonisan antar suku-suku bangsa di Keerom dan mari kita bersama-sama berkomitmen menyerukan semangat Keerom damai dalam kesatuan NKRI,” pungkas Bupati. [alf]