Pemprov Papua Dorong F-PRB Segera Dilengkapi dan Bentuk Forum Serupa di Kabupaten/Kota

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Papua resmi terbentuk, Jumat (09/10/26).

Asisten I Setda Papua, Yohanes Walilo mengungkapkan, bahwa dengan terbentuknya forum ini bisa meningkatkan kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam penanganan bencana.

“Pembentukan forum ini, seperti arahan bapak gubernur saat pembukaan bahwa forum ini harus dibentuk supaya antara pemerintah dengan masyarakat kita kerja sama semua pihak bisa menggunakan forum ini untuk kita ketika ada bencana sama-sama kita turun untuk penanganan,” katanya.

Menurutnya, persoalan bencana, baik terkait lingkungan dan bencana lainnya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

“Karena bicara soal lingkungan itu tidak bisa hanya tanggung jawab pemerintah. Nah, pemerintah hadir untuk masyarakat. Oleh karena itu, forum ini saya rasa penting. Mudah-mudahan pengurusnya dilengkapi segera sampaikan agar di-SK-kan oleh gubernur,” ucapnya.

Walilo menegaskan forum ini harus segera berjalan mengingat bencana bisa terjadi kapan saja. Ia mencontohkan banjir yang terjadi di Jayapura sehari setelah forum dibuka.

“Lalu forum ini bisa jalan, bisa kerja, karena bencana kapan saja bisa terjadi. Contoh, hari ini kita mengalami bencana. Kemarin kita baru buka, hari ini tadi malam hujan dan bencana besar. Bencana banjir, masyarakat sebagian rumah-rumah terendam dan itu ada yang tidak siap pasti kasihan kan rumah-rumah terendam, mungkin harta benda mereka dan lain-lain. Mudah-mudahan tidak sampai ada korban jiwa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemprov Papua akan mendorong pembentukan forum serupa di tingkat kabupaten/kota setelah kepengurusan provinsi di-SK-kan oleh Gubernur.

“Oleh karena itu sekali lagi kita akan bentuk ini, SK-kan gubernur. Setelah itu kami juga harap nanti ada imbauan dari pemerintah provinsi untuk kabupaten kota bentuk lagi forum yang sama di tingkat kabupaten kota, sehingga nanti ketika terjadi bencana di kabupaten mana, pengurus provinsi turun langsung kerja sama dengan forum yang ada di kabupaten kota, sehingga kita mengantisipasi mengurangi risiko bencana,” jelasnya.

Ia menekankan upaya pengurangan risiko bencana harus dimulai dari pencegahan sejak lingkup terkecil, yakni pribadi dan keluarga.

“Dikatakan, upaya mengurangi risiko bencana dimulai dari pencegahan, yang seharusnya kita mulai dari pribadi kita, keluarga, terus kelompok, sampai dengan pemerintah atau sekolah atau di kampus. Artinya sama-sama punya kepedulian terhadap lingkungan dalam upaya mencegah banjir misalnya,” katanya.

Selain banjir, ia juga menyoroti bencana longsor yang sering dipicu oleh kerusakan hutan di wilayah hulu.

“Kan bencana lain juga banyak. Contoh misalnya longsor, itu kan kita juga yang harus menjaga di areal apa namanya hulu tempat di gunung, penebangan-penebangan itu kita jaga supaya masyarakat tidak asal cari nafkah dengan membabat hutan terus jadi erosi dan misalnya terjadi bencana banjir dia longsor dan lain-lain,” ujarnya.

“Kemudian ya bencana lain saya pikir kadang-kadang ada yang di luar dugaan kita, yang di luar kemampuan kita, tapi itu sebabnya kita bentuk forum ini,” pungkasnya.[redaksi]