Penggunaan Aplikasi Sitanduk Rusa di Kabupaten Jayapura Diharap Berkelanjutan

70

SENTANI, PapuaSatu.com – Pendampingan UNICEF bersama Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) untuk penerapan Sistem Terintegrasi Pelayanan Adminduk dengan Rumah Sakit (Sitanduk Rusa) di Kabupaten Jayapura tidak lama lagi berakhir.

Sistem tersebut, baru diterapkan di Rumah Sakit Yowari, dan lima Puskesma, yaitu Puskermas Sentani, Sentani Timur, Sentani Barat, Waibu dan Puskesmas Nimbokrang.

Yang mana, dengan sistem tersebut pengurusan akta kelahiran dan kartu keluarga untuk bayi yang baru lahir bisa dilakukan di rumah sakit atau puskesmas tersebut.

Sistem yang diklaim cukup membantu dalam pencapaian target kepemilikan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk semua anak di Kabupaten Jayapura, diharap bisa berkelanjutan.

Hal itu sebagaimana diungkapan Program officer Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua,(YP2KP) Sigit Wicaksono, bahwa melalui sistem tersebut sangat membantu masyarakat dalam hal pengurusan data kependudukan untuk anak yang baru lahir.

“Efesiensinya telah dirasakan oleh masyarakat yang cukup bermanfaat,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Sentani, Kamis (27/6/24).

Dalam hal ini, masyarakat yang tinggal cukup jauh dari Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebagai tempat layanan pembuatan akta kelahiran, bisa mengurus di Puskesmas atau Rumah Sakit, sehingga menghemat waktu dan biaya.

Pihaknya berharap program tersebut bisa berkelanjutan, yang mana telah ada pembicaraan antara dinas terkait untuk penerapan di wilayah yang jaraknya jauh dari Kantor Dinas Dukcapil.

Dan untuk lebin intensif dalam mensosialisasikan program tersebut ke masyarakat, Kamis (27/6/24), UNICEF bersama YP2KP menggelar koordinasi untuk memperkuat kolaborasi bersama jurnalis di Kabupaten Jayapura, dalam peningkatan cakupan pencatatan akta kelahiran dan imunisasi.

Dalam koordinasi yang digelar di salah satu hotel di Kota Sentani, Helath Officer UNICEF Papua, dr. Husni Muttaqin, menilai pentingnya peran jurnalis dalam turut mensosialisasikan ke masyarakat luas akan manfaat program tersebut.

“Di sini tentu saja peran dari rekan-rekan jurnalis media sangat penting untuk mensosialisasikan,” ungkapnya.

Dan menjelang akhir dari program pendampingan UNICEF bersama YP2KP kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura yang sudah berjalan sekitar tujuh bulan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Dukcapil Kabupaten Jayapura maupun Provinsi Papua sudah membahas langkah kedepannya seperti apa untuk program tersebut.

Atas nama Unicef, ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan yang begitu bersemangat dalam menjalankan program tersebut.

Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dukcapil Kabupaten Jayapura, I Vone Tresnawati, S.IP, MH mengungkapkan kerja sama dengan rumah sakit dan 5 puskesmas tersebut sebagai tahap awal, yang diharapkan kedepannya juga bisa dilakukan dengan 20 Puskesmas di seluruh Kabupaten Jayapura.

Dalam pelaksanaan program tersebut, pihaknya tidak saja mengeluarkan akta kelahiran dan kartu penduduk untuk bayi yang lahir di rumah sakit dan Puskesmas yang telah bekerja sama, melainkan juga melakukan sistem jemput bola untuk bayi yang lahir di rumah.

“Sedangkan bayi yang lahir dirumah itu, yang kami lakukan dengan system menggunakan jemput bola atau bisa langsung mengurus ke dinas capil ,” ungkapnya.[yat]