Penonaktifan Kasat Reskrim Polresta Jayapura Terkait Tambang Illegal di Buper Waena

0
84
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustaf R. Urbinas
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustaf R. Urbinas

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH.,S.IK.,M.Pd secara mendadak menonaktifkan AKP Yoan Febrian dari jabatannya sebagai Kasat Reskrim yang dijabat baru sekitar empat bulan.

Tidak saja non aktif, Kasat Reskrim juga diperiksa melalui Seksi Propam Polresta Jayapura Kota, terkait dengan tindakan yang diduga menurunkan citra Polri sebagai pelindung masyarakat dan penegak hukum.

Hal itu, kata Kapolresta, sangat terkait dengan perintahnya yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh Kasat Reskrim dalam upaya menyelidiki dan menyidik kasus tambang illegal di kawasan Buper Waena, Distrik Heram, Kotamadya Jayapura yang telah dihentikannya dan mengamankan 17 orang yang sedang melakukan aktifitas tambang pada Jumat (26/6/20).

“Saya mengganggap bahwa perintah dan petunjuk untuk melaksanakan tugas tidak diindahkan dan tidak dilakukan. Maka dengan penegakan hukum dalam kasus ini serta netralitas, saya ambil langkah menonaktifkan pejabat Reskrim sebelumnya,” tegas Kapolresta ketika dikonfirmasi usai mempimpin upacara kenaikan pangkat, Selasa (30/1/20) sore.

Tentang dugaan melakukan tindakan pembiaran atau bahkan mem-backing kegiatan tambang illegal tersebut, Kapolresta berjanji akan membuka secara transparan ke public.

“Tentunya akan kita buka secara transparan untuk supaya juga bisa menjadi pembelajaran kepada seluruh jajaran kita terkait dengan tugas pokok yang harus kita laksanakan dan tidak menurunkan citra kita sebagai pelayan masyarakat dan sebagai penegak hokum,” jelas Kapolresta Gustaf.

Sementara itu, hingga saat ini,  17 orang pekerja yang diamanakan dari lokasi penambangan liar di kawasan Buper Waena, masih berstatus saksi dan telah dipulangkan, dan akan dipanggil kembali bila dibutuhkan untuk diminta tambahan keterangan.

Kapolresta Gustaf juga menyatakan akan memangil tiga orang yang diduga sebgaai penangungjawab utama terkait aktifitas tambang illegal tersebut.

“Dijadwalkan pada Sabtu mendatang tiga orang yang diduga sebagai penanggung jawab akan diminta keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polresta,” ungkapnya.

Lanjut AKBP Gustav, untuk peran ketiganya sejauh ini belum diketahui pasti, namun yang jelas masih berstatus sebagai saksi, seperti 17 orang lainnya yang telah dipulangkan usai diamankan dari lokasi penambangan liar tersebut.

“Untuk peran masing-masing kami akan kembangkan berdasarkan keterangan yang akan dimintai nanti,” bebernya.

Selain tiga orang tersebut, pihaknya pun akan meminta keterangan saksi ahli dari bidang Minerba, lingkungan hidup dan kehutanan serta konservasi SDA untuk mendukung proses penyilidikan.

“Untuk jadwal pemeriksaan kami akan kembangkan dan didukung dengan beberapa saksi ahli di pemerintah sesuai bidang minerba dan lingkungan hidup,” tuturnya.

Dan bersama para ahli tersebut, penyidik Polresta Jayapura Kota juga akan melakukan olah TKP ulang secara terpadu, meski telah dilakukan olah TKP secara internal kepolisian.[yat]