Penyidikan Kasus Korupsi Dana Penyelenggaraan Sentra Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Tunggu Hasil Audit BPKP Papua

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH didampingi Kasusbdit Tipikor Dit Krimsus Polda Papua AKBP Adi Tri Widiyanto saat memberikan keterangan pers di Media Center Bid Humas Polda Papua, Senin (21/12/20)
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH didampingi Kasusbdit Tipikor Dit Krimsus Polda Papua AKBP Adi Tri Widiyanto saat memberikan keterangan pers di Media Center Bid Humas Polda Papua, Senin (21/12/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Penyidikan kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan sentra pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura oleh penyidik di Dit Krimsus Polda Papua terus bergulir.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH didampingi Kasusbdit Tipikor Dit Krimsus Polda Papua AKBP Adi Tri Widiyanto mengungkapkan, bahwa penyidik telah memeriksa 65 orang saksi dan mengamankan 55 barang bukti berupa dokumen, namun belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus yang berpotensi menyebabkan kerugian Negara sekitar Rp 1 milyar tersebut.

Penyidik Dit Krimsus Polda Papua pun telah mengajukan surat kepada BPKP Provinsi Papua guna melakukan audit dan menentukan kerugian negara yang terjadi dalam kasus tersebut.

“Ketika sudah keluar hasil audit dari BPKP atas kerugian negara dalam kasus ini, tentunya itu jadi dasar bagi kami untuk gelar perkara dan penetapan tersangka,” ungkapnya kepada wartawan di Media Center  Bid Humas Polda Papua, Senin (21/12/20).

Kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi pada tahun 2019, yang mana Sentra Pendidikan Kabupaten Mimika mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 14.183.983.592,- untuk kegiatan Belanja Pengadaan Makan Minum Siswa/siswi, Guru, Pamong Asrama dan Karyawan Sentra Pendidikan.

Terhadap alokasi anggaran tersebut, kegiatan/belanja untuk makan minum siswa/siswi, guru, pamong asrama dan karyawan untuk Sentra Pendidikan Mimika yang terealisasi senilai Rp. 12.731.255.900,- yang terdiri dari 2 (dua) Kontrak yaitu Kontrak Nomor: 082/Kontrak-JL/DP/2019 tanggal 26 November 2019 dengan nilai kontrak Rp. 8.056.673.900,-, Kontrak Nomor: 077/Kontrak-JL/DP/2019 tanggal 2 September 2019 dengan nilai kontrak Rp. 4.674.582.000,-.

Bahwa terhadap kegiatan/belanja untuk makan minum siswa/siswi, guru, pamong asrama dan karyawan untuk Sentra Pendidikan Mimika dilaksanakan tidak sesuai ketentuan, sehingga terdapat potensi kerugian Keuangan Negara senilai Rp 1 milyar.

Untuk diketahui bahwa, Sentra Pendidikan adalah sekolah berpola Asrama yang terdiri dari SD Negeri Sentra Pendidikan, SMP Negeri Sentra Pendidikan dan SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan yang dikhususkan untuk putra-putri asli dari berbagai suku di Kabupaten Mimika (Suku Amugme, Komoro dan 5 suku kekerabatan lainnya).

Atas perbuatan yang merugikan keuangan Negara tersebut, penyidik bakal menjerat para tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[yat]