Perempuan Aman Akan Angkat Issu Kedaulatan Perempuan Adat Atas Wilayah Kolektif ke KMAN VI

32

SENTANI, PapuaSatu.com – Perwakilan perempuan dari tujuh region yang berada di organisasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara berkumpul dalam sebuah workshop di Hotel Horex Sentani mulai Hari Rabu (20/10/22).

Perempuan adat dari tujuh region, masing-masing region Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusatenggara, Kepulauan Maluku dan Papua, berkumpul untuk mediskusikan berbagai persoalan yang sekiranya strategis untuk dibawa ke arena KMAN VI.

“Isu utama yang kami angkat adalah bagaimana kedaulatan atas wilayah adat dan wilayah kolektif perempuan adat yang harus diakui, baik pemerintah, komunitas adat secara regional danninternasional,” ungkap Ketua Dewan Nasional Perempuan AMAN, Meliana Yumi, saat ditemui wartawan di Hotel Horex Sentani, Kamis (20/10/22).

Meliana yang berasal dari Perempuan Adat Rakyat Penunggu, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara itu menegaskan, bahwa isu utama yang menjadi rekomendasi di KMAN VI tersebut akan terus diorong, tidak berhenti di KMAN VI, tapi terus dikawal hingga dapat merajut dan menghasilkan apa yang diinginkan perempuan adat.

Dikatakan, bahwa perempuan adat sendiri yang menentukan bagaimana agar kebutuhan hidup di wilayah adatnya bisa terpenuhi.

Semua perwakilan perempuan adat dari tujuh region tersebut semua menginap di Hotel Horex Sentani untuk saling mengenal dan berdiskusi hingga tiba waktunya untuk pelaksanaan KMAN tanggal 24 Oktober.

Yang mana sebelum digelarnya pembukaan KMAN VI pada 24 Oktober nanti, semua akan pindah dan tinggal di rumah-rumah adat di sejumlah kampung sebagai tempat menginap dan tempat menggelar sarasehan.[yat]