
MULIA, PapuaSatu.com – Upacara peringatan HUT RI ke-75 tahun ini digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, di masa pandemi covid-19, upacara HUT RI yang biasanya mengundang masyarakat untuk berpartisipasi kini harus berlangsung dengan peserta terbatas.
Berbagai aturan protokol yang ada menjadi alasan perayaan rutin tahunan dihelat sederhana, khidmat, singkat dan sesimpel mungkin.
Rangkaian pelaksanaan peringatan HUT RI tingkat Puncak Jaya mengacu pada Surat Mensesneg RI tanggal 6 Juli 2020 yang memuat Pedoman Peringatan HUT RI tahun 2020, dengan diawali Rapat Persiapan serta pembentukan panitia yang dipimpin langsung Bupati Puncak Jaya.
Dalam keputusan rapat diantaranya memutuskan untuk ditiadakannya Resepsi kenegaraan maupun lomba – lomba yang kerap ramai dalam mengisi jelang peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan di Puncak Jaya. Selain itu, Upacara peringatan HUT RI yang biasa dilaksanakan di Distrik – distrik tahun ini ditiadakan.
Selaku Ketua Panitia, Mulyadi, S. Sos, M.AP, M. KP mengemukakan bahwa “Tahun lalu peringatan HUT RI ke 74 dilaksanakan oleh Kodim 1714/PJ, tahun ini menjadi giliran Polres Puncak Jaya untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
“Waktu yang semakin mendesak maka semua pihak dan panitia harus bekerja cepat dan tepat serta berkoordinasi ddngan pihak terkait agar peringatan HUT Puncak Jaya dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Dari pantauan tim Humas Pemkab Puncak Jaya, tepat Senin 17 Agutsus tahun 2020, pukul 10.00 WIT, peringatan upacara HUT RI Ke-75 dimulai di Lapangan Alun-alun Kota Baru Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya.
Bupati Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM bertindak sebagai inspektur upcara, dan Peringatan Upacara pengibaran diberikan kepercayaan kepada Lettu Dharmawansyah dan Perwira Upacara AKP. Lambertus (Kapolsek Mulia), dengan dihadiri peserta upacara yang berasal dari Kesatuan Raider 900, 753/AVT, Kodim 1714/PJ, Polres PJ, Brimob, ASN, Instansi Verikal, BUMN/BUMD, Kepala Kampung, Ormas, Sekolah Alkitab, Siswa/i SMP, SMU dan SMK Se Kota Mulia.
Dari tenda kehormatan hadir Muspida yakni Ketua DPRD Zakarias Telenggen, Kapolres PJ AKBP. Mikael Suradal, MM, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Rofi Irwansyah, Plh. Sekda Mulyadi, S.Sos, M. AP, M. KP, Para Asisten Sekda, Para Staf ahli, Pejabat Eselon II, III dan para Kepala Distrik dengab mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni menggunakan masker dan menjaga jarak.
Selepas upacara Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda S.Sos, S.IP, MM dalam jumpa persnya menuturkan bahwa “Kita harus bersyukur karena hari ini upacara boleh berlangsung dengan baik dan aman serta kondusif,” katanya.
Dikatakan di usia 75 tahun adalah usia yang cukup matang. Dimana peningkatan kemajuan daerah semua harus bersandar kepada aturan dan sesuai protokol kesehatan, mulai pake masker dan jaga jarak.
Untuk itu, Bupati Yuni Wonda berharpa agar ke depannya tanggung jawab daerah harus menjadi tanggung jawab semua pihak mulai anak sekolah, TNI Polri, ASN, ormas harus ikut mengisi dan menjaga pembangunan, bukan hanya tanggung jawab pimpinan saja. “Pembangunan dan pemerintahan harus terus berjalan,” tegasnya.
Bupati mengapresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia yang ambil bagian penuh mulai sejak kerja bhakti pembersihan Kota Mulia sampai upacara selesai dengan antusias luar biasa meski masa pandemi Covid-19.
“ Sesuai tema dari Presiden RI, yaitu Indonesia Maju maka kedepan segala aspek kehidupan juga harus ada kemajuan yang signifikan. Diusianya yang ke 75 sebagai Bangsa yang besar ini beragam suku bangsa, agama, bahasa harus kita rawat dan jaga persatuan dan keutuhannya. NKRI adalah harga mati,” pungkasnya. [Humas Puncak Jaya/redaksi]










