Permasalahkan Pembagian Los dan Pembayaran Tanah, Masyarakat Adat Palang Pasar Skouw

Pembukaan palang Pasar Perbatasan RI-PNG, Skow

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Belum lama selesai dibangun, Rabu (23/9), Pasar Perbatasan Skouw-Wutung Distrik Muara Tami dipalang masyarakat adat setempat.

Kapolsek Muara Tami AKP Jubelina Wally, SH., MH ketika dikonfirmasi membenarkan pemalang pasar Skouw -Wutung oleh masyarakat adat yang dipimpin oleh Ondafi Stenis Tanfa Chilong.

“Pemalangan tersebut dilakukan karena pihak adat merasa pembagian los pasar perbatasan skouw yang tidak adil,” ungkapnya.

AKP Jubelina Wally menambahkan, untuk data Los pasar akan dilakukan pengecekan lagi oleh tim dari gubernur yang mengatur pasar terrebut, agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan.

Lanjut Kapolsek, setelah dilakukan mediasi dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama (BPPK), Suzana Wanggai datang bertemu dengan pihak adat sehingga pemalangan bisa dibuka kembali.

“Palang dibuka setelah menerima penjelasan dari Kepala Pengelola Perbatasan dan Kerjasama, ” Terang Kapolsek.

Usai dilakukan pembukaan palang dilanjutkan dengan sosialisasi kepada para pemilik los pasar yang lama agar bersiap-siap untuk mengemas barang dan persiapan pindah ke los pasar yang baru.

Dalam kesempayan tersebut juga muncul permasalahan pembayaran lokasi.

Kata AKP Jubelina, bahwa terkait masalah pembayaran lokasi lahan pembangunan yang belum terselesaikan akan dibicarakan kemudian hari antara pihak adat dan kepala BPPK.[yat]