Personil Gabungan TNI-Polri Lumpuhkan Satu Anggota KST Kelompok Undius Kogoya

41
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Aparat Gabungan TNI-Polri berhasil meringkus satu orang anggota Kelompok Sparatis Teroris bernama Luther Japugau (LJ), Jumat (4/11/22).

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H. mengungkapkan, LJ adalah anggota dari gerombolan Kelompok Sparatis Teroris (KST) pimpinan Undius Kogoya di Intan Jaya.

“Bahwa benar Aparat Keamanan gabungan TNI Polri telah berhasil menangkapan Luther Japugau (LJ) anggota dari gerombolan KST Pok Undius Kogoya, bertempat di kampung Yokatapa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, Jumat (4/11/2022) sore pukul 15.40 s.d. 19.00 WIT,” ungkap Kapendam dalam siaran persnya, Sabtu (5/11/22).

Saat akan dilaksanakan penangkapan, LJ sempat melarikan diri ke arah Lapangan Yokatapa.

Kemudian diberikan tembakan peringatan ke arah atas sebanyak 1x, namun masih berupaya melarikan diri, sehingga dilaksanakan tembakan terbidik ke arah kaki sasaran sebanyak dua kali.

Setelah berhasil dilumpuhkan, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sugapa.

Bersamaan dengan upaya penangkapan tersebut, diperoleh informasi terdapat seorang anak perempuan Elpina Dwitau (7) anak dari Paulus Dwitau yang dievakuasi ke Puskesmas Sugapa dengan luka tembakan di bagian pinggang kanan akibat rekolset amunisi.

Kata Kapendam, aparat gabungan TNI dan Polri sudah memberikan penjelasan kepada keluarga Elpina Dwitau.

“Pihak keluarga meminta Aparat Keamanan untuk memberikan jaminan perawatan terhadap Elpina Dwitau,” ujar Kapendam.

Untuk perawatan lebih lanjut, Elpina Dwitau telah dibawa ke RS Nabire pada Sabtu (5/11/22) sekitar pukul 07.32 WIT.

“Saudari Elpina Dwitau (korban rekolset amunisi) sudah dirujuk ke RS Nabire dengan didampingi oleh Ibu Hubertina Belau (orang tua dari Emilina Dwitau) dan Aparat Keamanan TNI-Polri yang ditunjuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujar Kapendam.

Hal itu, kata Kapendam, menunjukkan bahwa Aparat Keamanan TNI-Polri bertanggungjawab atas terjadinya rekolset amunisi yang menimpa Elpina Dwitau.

“Hingga saat ini, situasi wilayah di Intan Jaya pasca penangkapan dalam keadaan kondusif dan masyarakat beraktivitas normal,” pungkas Kapendam.[yat]