
JAYAPURA, PapuaSatu.com — Kekayaan seni dan budaya lokal dari 14 kampung di Kota Jayapura dikolaborasikan dalam kegiatan Pesta Kampung yang berlangsung di kawasan Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang digelar di kawasan lokasi Festival Teluk Humboldt tersebut menjadi ruang bagi para pemuda dan anak-anak adat Port Numbay untuk menampilkan beragam seni, tradisi, dan potensi budaya yang tumbuh serta berkembang di kampung-kampung di Kota Jayapura.
Pesta Kampung digagas oleh para seniman dan pemuda anak-anak adat dari 14 kampung sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkenalkan seni budaya Port Numbay sebagai salah satu potensi pariwisata berbasis masyarakat adat.
Berbagai potensi seni budaya dari masing-masing kampung ditampilkan dan dikolaborasikan dalam satu panggung.
Kehadiran para generasi muda dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkampung serta memperkenalkan identitas budaya Port Numbay kepada masyarakat luas.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Dinas Pariwisata Kota Jayapura. Kolaborasi antara masyarakat kampung, seniman, pemuda adat dan pemerintah daerah dinilai penting dalam mengembangkan potensi wisata budaya sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung.
Koordinator Pesta Kampung, Steven Makanuai, dari Kampung Kayu Batu, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dari awal hingga akhir.
Hal tersebut disampaikan Steven kepada wartawan di sela-sela pelaksanaan acara seni budaya tersebut.
Menurut Steven, kegiatan Pesta Kampung mendapat antusiasme yang cukup besar, terutama dari generasi muda dan anak-anak Port Numbay yang terlibat langsung dalam berbagai pentas seni dan pagelaran budaya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena banyak diminati generasi muda, khususnya anak-anak Port Numbay yang ikut mengisi acara pentas seni dan pagelaran Pesta Kampung ini,” ujar Steven.
Ia menjelaskan, konsep Pesta Kampung sejalan dengan upaya pemerintah Kota Jayapura dalam mengembangkan seni dan budaya berbasis kearifan lokal, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat kampung.
Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki kampung-kampung perlu terus digali dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat kampung.
“Konsep Pesta Kampung ini juga mendukung program Pemerintah Kota Jayapura dalam mengembangkan seni budaya dan kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat kampung, menggali potensi wisata kampung, serta menciptakan ekonomi kampung,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Steven, pihaknya akan terus membangun kerja sama dengan pemerintah kampung dan berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pariwisata Kota Jayapura.
Ia juga membuka peluang bagi empat kampung administrasi untuk ikut bergabung dalam kegiatan Pesta Kampung pada pelaksanaan berikutnya.
“Tidak menutup kemungkinan empat kampung administrasi juga ikut bergabung. Sehingga ke depan kita bisa menggelar kegiatan ini tiga sampai empat kali dalam setahun dan menjadikannya sebagai agenda rutin yang berjalan sejalan dengan Festival Teluk Humboldt,” harapnya.
Menurut Steven, jika kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin, Pesta Kampung tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga dapat berkembang menjadi salah satu atraksi wisata budaya Kota Jayapura.
Kolaborasi 14 kampung tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Port Numbay sekaligus menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Jayapura.
Dengan keterlibatan aktif generasi muda, seni dan tradisi lokal diharapkan tidak berhenti sebagai warisan leluhur, tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan budaya, destinasi wisata, sekaligus sumber penggerak ekonomi masyarakat kampung.
Kegiatan ini Didukung oleh Komunitas Back Stager Yang Berkolaborasi dengan Dispar Kota Jayapura.[redaksi]










