Pilkada di 11 Kabupaten di Papua Rawan Gangguan Kelompok Separatis Bersenjata

0
999
Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Mathius D. Faikhiri (tengah) bersama Kabaintelkam Polri yang diwakili Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.IK dan Staf Ahli Kepresidenan Republik Indonesia Laos Deo Calvin Rumayom, S,Sos., M,Si dalam kegiatan Joint Analysis Bidang Keamanan Negara TA. 2020 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Selasa (13/10/20)
Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Mathius D. Faikhiri (tengah) bersama Kabaintelkam Polri yang diwakili Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.IK dan Staf Ahli Kepresidenan Republik Indonesia Laos Deo Calvin Rumayom, S,Sos., M,Si dalam kegiatan Joint Analysis Bidang Keamanan Negara TA. 2020 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Selasa (13/10/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Di 11 kabupaten di Papua yang menggelar Pilkada serentak Tahun 2020, terdeteksi hamper seluruhnya rawan terjadinya gangguan oleh kelompok separatis bersenjata atau Kelompok Kriminal Bersenjata.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Kabaintelkam Polri yang diwakili Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.IK dalam kegiatan Joint Analysis Bidang Keamanan Negara TA. 2020 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Selasa (13/10/20).

Kegiatan yang dipimpin Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Mathius D. Faikhiri, dan dihadiri juga oleh Staf Ahli Kepresidenan Republik Indonesia Laos Deo Calvin Rumayom, S,Sos., M,Si, mengambil tema “Antisipasi Eksistensi Kelompok Separatis Menjelang Pilkada Serentak Tahun 2020 di Wilayah Polda Papua”.

“Alasan pengangkatan tema ini dikarenakan dari 11 Kabupaten di Provinsi Papua yang melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2020 diprediksi hampir semua daerah masuk kategori rawan adanya ancaman serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” ungkap Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy.

Selain itu, lanjutnya, di daerah yang menggelar Pilkada serentak juga berpotensi timbulnya kerusuhan/konflik karena isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), konflik horizontal dan politik uang  akibat para pihak berupaya dengan segala cara untuk menjadi pemenang.

Di kesempatan tersebut, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Mathius D. Fakhiri dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan kegiatan Joint Analysis Bidang Keamanan Negara TA. 2020  akan mengevaluasi situasi dan kondisi yang berkembang yang perlu mendapatkan perhatian serius oleh seluruh  satuan   jajaran   selaku  pengemban tugas intelijen serta menyamakan pola pikir dan pola tindak di bidang operasional.

“Termasuk mengantisipasi kegiatan pemerintah dan masyarakat yang berskala besar pada tahun 2020 antara lain pemilihan kepala daerah 11 kabupaten di Provinsi Papua,” ungkap Wakapolda.

Kata Wakapolda, joint analysis bidang keamanan Negara TA. 2020 bertujuan menghasilkan produk dan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan deteksi dini guna pemetaan kerawanan potensi konflik dalam rangka persiapan pengamanan pilkada di 11 Kabupaten di wilayah hukum Polda Papua Tahun 2020 khususnya ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama Kelompok Kriminal Bersenjata akhir-akhir ini semakin eksis terutama kelompok kriminal bersenjata yang melakukan berbagai gangguan keamanan bahkan mengakibatkan timbulnya korban jiwa baik aparat keamanan maupun masyarakat sipil,” tegas Wakapolda.[yat]