
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebuah dialog interaktif dengan tema “PON Sukses di Tengah Pandemi Covid 19” digelar Polda Papua melalui siaran langsung di RRI, Kamis (23/9/21).
Hadir sebagai Narasumber yakni Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH., Ketua Umum Aliansi Papua Penuh Damai Yulianus Dwaa, dan Tokoh Pemuda Papua Habelino Sawaki.
Dalam kesempatannya Kabid Humas mengatakan kehadirian aparat keamanan untuk menjaga situasi Kamtibmas di Papua tetap aman, nyaman dan kondusif dan berpikir bagaimana pihak-pihak tidak berseteru yang akan mempengaruhi situasi Kamtibmas dan pembangunan di Tanah Papua.
Pada hakikatnya semua permasalahan dapat dibicarakan sehingga ketika ada suatu gejolak tidak menjadi sebuah masalah besar.
“Polri berharap solusi demi solusi akan terselesaikan, kita sudah membentuk tim guna menyelesaikan hal hal yang berkait dengan tatanan tatanan ketika pengadaan tanah, yang tidak Prosedural tentu setelah PON akan kita luruskan, tentang siapa berbuat apa ketika berkaitan dengan hukum kita akan proses,” ungkap Kabid Humas.
Pada penyelenggaraan PON XX ini, Polri telah menyiapkan 9.371 personel yang dilibatkan pengamanan, yang awalnya 8000 di tambah lagi guna mensukseskan PON kali ini.
“Tentu Polri dan TNI akan selalu mengamankan penyelenggaraan PON XX sampai selesai,” tegasnya.
Dikatakan, Kepolisian dan TNI juga telah melakukan Langkah-langkah untuk mendukung PON, salah satunya adalah vaksinasi yang digelar di berbagai titik yang ada di empat Klaster PON XX.
“Semua ini dilakukan agar masyarakat dapat mencapai hard humanity, sehingga penyelenggaraan pesta olahraga ini dapat berjalan aman tanpa lonjakan kasus Covid-19,” jelasnya
Sementara itu Tokoh Pemuda Papua Habelino Sawaki mengatakan bahwa damai menjadi sangat penting ketika ada perhelatan PON, Covid-19, karena aspek damai ini praktis tidak bisa kita lepaskan dari penyelenggaraan PON.
Bicara tentang Ulayat, dalam pembayaran harusnya dituntaskan diawal, bagaimana kita berbicara tentang PON dapat memberi dampak kepada masyarakat sedangkan yang punya tanah tidak ada dampak, kontraktor besar bukan Orang Papua, kelak aspek pengawasan stadion akan lebih mahal, selama ini yang kena getahnya Polri dan TNI.
“Untuk itu, mari kita bersama jaga Keamanan dan juga Ketertiban Masyarakat, karena Hal ini bukan saja tugas dari Aparat Keamanan. Peran serta dari para Tokoh juga diperlukan sehingga perdamaian di tanah Papua ini dapat tercapai sehingga Kamtibmas di Papua selalu Kondusif,” imbaunya.
Oleh karena itu,Habelino Sawaki mewakili seluruh Tokoh Pemuda yang ada di Papua mengajak kepada warga masyarakat untuk dapat berperan serta dalam menciptakan keamanan dan ketertiban dilingkungan sekitar.
Selanjutnya, Ketua Umum Aliansi Papua Penuh Damai (PAPEDA) mengatakan Ideologi itu diciptakan oleh manusia, tetapi manusia adalah ciptaan tuhan yang harus kita jaga dan saling menghormati.
“PON merupakan kegiatan besar yang melibatkan saudara saudara kita seluruh wilayah di Indonesia. Oleh karenanya kita harus menjadi tuan rumah yang baik, dengan menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi mereka yang akan melaksanakan perlombaan di Papua,” ungkapnya.[yat]










