Polda Papua Salurkan 827,5 Ton Beras SPHP untuk 6 Provinsi se-Papua Raya

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Polda Papua resmi menyalurkan sebanyak 827,5 ton beras untuk disalurkan  ke 42 kota/kabupaten di 6 provinsi wilayah Papua Raya, Selasa (9/12/25).

Jumlah tersebut, disalurkan ke kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua sendiri ada 287 ton beras, Papua Pegunungan 160 ton, Papua Selatan 140 ton, Papua Tengah 62 ton, Papua Barat 128,5 ton dan ke Provinsi Papua Barat Daya seberat 57 ton.

Penyaluran Beras tersebut dilepas langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) merangkap Kepala  Bapanas, Dr. Ir. H. Andi Sulaiman, M.P., bersama Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn) Mathius D. Fakhiri, Kapolda Papua, Irjen. Pol. Patrige R. Renwarin dan sejumlah pejabat lainnya.

Beras yang disalurkan adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dengan tujuan utama adalah menstabilkan harga dan menjaga stok beras di daerah-daerah.

Menteri Amran Sulaiman menyatakan apresiasinya kepada Polri, dan terkhusus Polda Papua, karena berhasil menyalurkan  emas dalam jumlah besar, di tengah situasi paceklik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Ini luar biasa. Ada suatu hal yang tidak pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia. Yaitu di saat musim paceklik padi, yaitu bulan September, Oktober, November, kita lihat terjadi deflasi pangan,” ungkapnya.

Ditegaskan, bahwa saat ini beras tidak masuk dalam daftar komoditas yang menyumbang terjadinya inflasi.

Mentan juga menekankan bahwa situasi tersebut akan terus diupayakan untuk ditingkatkan kedepan agar lebih baik lagi.

Salah satunya adalah melalui pembangunan gudang-gudang dan pencetakan sawah baru, sehingga produksi padi dapat terus meningkat.

Di kesempatan sama, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedy Prasetyo memastikan distribusi beras SPHP untuk wilayah Papua Raya adalah untuk menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau saat masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru.

Selain beras, kata Komjen Prasetyo, Kementerian Perdagangan juga telah mengirimkan minyak goreng ke Papua sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Menurutnya, langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang menugaskan Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional untuk memastikan seluruh kebutuhan pangan pokok tersedia dalam jumlah cukup di seluruh wilayah, termasuk Papua.

Bulog, kata Dedy, juga berkomitmen untuk terus mengisi gudang-gudang penyimpanan di Papua. Bahkan, pada 2026, Bulog akan membangun 100 gudang baru di Indonesia, termasuk di Papua.

“Pak Kapolri juga menyiapkan pembangunan 10 gudang pada tahun 2026 untuk mendukung penyimpanan pangan, salah satunya di Papua,” jelasnya.

Dengan tersedianya stok dan fasilitas penyimpanan yang memadai, diharapkan masyarakat Papua dapat terus mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Lebih lanjut Komjen Prasetyo mengungkapkan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pengembangan komoditas lokal seperti kopi, kakao, dan kelapa. Langkah ini akan dikolaborasikan bersama pemerintah daerah, TNI–Polri, akademisi, dan para pakar.

“Pendekatan kesejahteraan dan kedaulatan pangan adalah keharusan bagi Indonesia, termasuk Papua. Ini kerja kolaboratif seluruh komponen bangsa,” tegas Komjen Prasetyo.

Komjen Prasetyo, memastikan TNI–Polri akan terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Papua.[yat]