Polda Papua Tidak Ijinkan Acara Hitung Mundur PON XX Secara Terbuka

Wakpolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri didampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal,SH saat memberi keterangan pers, Senin (19/10/20)
Wakpolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri didampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal,SH saat memberi keterangan pers, Senin (19/10/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Terkait rencana digelarnya seremoni hitung mundur pelaksanaan PON XX Tahun 2021 mendatang yang dirangkaikan dengan peresmian stadion Papua Bangkit yang diubah namanya menjadi Stadion Lukas Enembe, Polda Papua telah menerima surat ijin keramaian dari pihak panitia.

Hal itu diungkapkan Wakapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, bahwa dalam surat ijin keramaian dari panitia sudah diterimanya.

“Sudah kita jawab, bahwa Polda Papua sesuai rapat terbatas dan terutup sebelumnya, dan terakhir dengan panitia dan stakeholder, tentu Polda Papua tidak mengijinkan dan tidak mengeluarkan surat ijin untuk melakukan acara hitung mundur 365 hari secara terbuka yang akan menghadirkan 20 hingga 30 ribu orang,” tegas Wakapolda kepadan wartawan di Mapolda Papua, Senin (19/10/20).

Namun demikian, diakui Wakapolda, Polda Papua tetap mendukung panitia bila dilakukan secara virtual, dengan catatan tanpa penonton dan tidak berkerumun, guna menghindari munculnya cluster baru penularan Covid-19.

Berarti yang bisa hadir hanya panitia di tribun yang diundang dan panitia di bawah atau lapangan, karena nanti direncanakan ada ibadah syukur dan ada tarian membawa tombak.

“Jadi nanti dibatasi di situ, karena itu kami instruksikan untuk mematuhi protocol kesehatan, agar tidak terjadi kerumunan warga,” jelas Wakapolda.

Untuk diketahui, acara yang mundur ke tanggal 23 Oktober dari yang diagendakan panitia sebelumnya yang akan menggelar tanggal 20 Oktober, akan dirangkaikan dengan peresmian sejumlah venue PON, pergantian nama Bandar Udara Sentani dan sosialisasi persiapan PON XX Tahun 2021, peluncuran buku Orang Asli Papua, serta ibadah syukur.

Dan untuk menjaga keamanan serta mengawal penerapan protocol kesehatan selama pelaksanaan acara tersebut, lebih dari 1000 personil dari kepolisian bersama TNI dan Satpol PP yang ada di Kabupaten Jayapura yang di backup Polda Papua telah disipkan.

Sementara itu, Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda kepada wartawan pada Sabtu (17/10) menyatakan bahwa kegiatan tersebut diputuskan akan berlangsung secara virtual, karena berbagai pertimbangan dengan Kapolda Papua.

Yakni akan mengisi 13 persen dari kapasitas stadion yang mencapai 42 ribu kursi, sehingga jumlah yang bisa hadir di dalam stadion sekitar 5 ribu orang saja.[yat]