Polisi Amankan Dua Pelaku Pengeroyokan di Jalan Kompleks Pondok YPKP Sentani

413
Kapolres Jayapura, AKBP Victor D. Macbon didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Sigit Susanto dan Kapolsek Sentani Kota, AKP Ruben Palayukan saat memberi keterangan pers di Mapolsek Sentani Kota, Minggu (20/9/20)
Kapolres Jayapura, AKBP Victor D. Macbon didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Sigit Susanto dan Kapolsek Sentani Kota, AKP Ruben Palayukan saat memberi keterangan pers di Mapolsek Sentani Kota, Minggu (20/9/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Terkaut tindak pidana pengeroyokan yang terjadi pada Hari Jumat (18/9/20) sekitar pukul 21.00 WIT di jalan kompleks Pondok Pesantren YPKPSentani, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua pelaku, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor D. Macbon mengungkapkan, bahwa kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan agama tertentu.

“Jadi kami berharap agar semua pihak bisa melihat kasus ini secara obyektif, bahwa kasus ini murni kriminal yang tidak ada kaitannya dengan agama tertentu,” ujarnya kepada wartawan di Mapolsek Sentani Kota, Minggu (20/9/20).

Diungkapkan, bahwa pengeroyokan tersebut dilatarbelakangi oleh para pelaku yang hendak meminta uang untuk beli rokok kepada korban atas nama Mulyono.

“Tetapi oleh korban tudak dikasih, sehingga para pelaku melakukan ancaman dan kekerasan kepada korban,” ungkap Kapolres.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka di kepala dan leher, dan setelah dilakukan perawatan di RSUD Yowari, korban sudah bisa pulang dan saat ini kondisinya sudah stabil.

Aparat Polsekta Sentani dan Sat Reskrim Polres Jayapura masih terus mencari salah satu pelaku lainnya untuk bisa ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus yang sempat viral di Medsos tersebut, kata Kapolres, telah ditangani dengan baik dan berharap masyarakat dapat mempercayakan kepada kepolisian dalam mengambil langkah penegakan hukum.

“Tentunya kami akan selalu merespon apa yang menjadi keluhan-keluhan masyarakat,” ujar Kapolres.

Kepada kedua pelaku, masing-masing TN dan RK, dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun 6 bulan.

Kedua pelaku, yang berhasil diamankan sudah termasuk sebagai orang dewasa (diatas 18 tahun), meski masih berstatus sebagai pelajar.[yat]