Polisi Amankan Dua Tersangka Cabul, Satu Korban Sempat Diculik Tiga Bulan

184
Wakapolres Jayapura, Kompol Zet Salino didampingi Kasat Reskrim dan Kaur Bin Ops, saat memberi keterangan pers di halaman Mapolres Jayapura, Selasa (6/10/20)
Wakapolres Jayapura, Kompol Zet Salino didampingi Kasat Reskrim dan Kaur Bin Ops, saat memberi keterangan pers di halaman Mapolres Jayapura, Selasa (6/10/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam sepekan terakhir, aparat Polres Jayapura berhasil menangkap dua tersangka cabul dengan sasaran anak-anak di bawah umur.

Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial IG (30) dan RI (60), yang kasusnya masing-masing terpisah.

Wakapolres Jayapura, Kompol Zet Salino didampingi Kasat Reskrim AKP Sigit Susanto mengungkapkan, untuk tersangka IG, ditangkap di Bonggo, Distrik Sarmi Timur, Kabupaten Sarmi, karena menculik seorang anak berusia 11 tahun bernama Melan (bukan nama sebenarnya).

“Kasusnya terjadi pada Tangal 10 Juni 2020, saat korban hendak membeli kado di salah satu toko,” ungkapnya kepada wartawan di halaman Mapolres Jayapura, Selasa (6/10/20).

Saat membeli kado, korban bertemu dengan tersangka. Karena sudah saling kenal, saat tersangka mengajak untuk dibonceng sepeda motor, korban menurut saja.

Tidak disangka, ternyata pelaku membawa korban kearah Distrik Nimbokrang. Sesampainya di Nimbokrang sempat berhenti.

Melan pun sempat curiga dan hendak menelepon orang tuanya mengunakan HP, namun oleh tersangka IG Hp-nya dirampas dan langsung dimatikan.

Tersangka IG pun melanjutkan perjalanan hingga ke daerah Bonggo, Kabupaten Sarmi, dan sebagai usaha untuk bersembunyi, tersangka membawa korban berpindah-pindah tempat.

Orang tuanya yang berupaya mencari sendiri tidak berhasil. Dan setelah dua bulan mencari tidak ketemu, baru orang tua korban melapor ke Polres Jayapura.

Korban bersama tersangka pun berhasil ditemukan pada 29 September di salah satu rumah di hutan di wilayah Bonggo, Kabupaten Sarmi.

Saat ini, korban telah kembali bersama orang tuanya, sedangkan tersangka IG mendekam di Rtan Mapolres Jayapura untuk proses hukumnya.

Wakapolres Kompol Zet Salino mengungkapkan, selama tiga bulan dibawa lari, tersangka hanya melakukan tindakan cabul dan tidak sampai memperkosanya.

Di kesempatan sama, Kompol Zet juga mengungkapkan terkait perkembangan kasus cabul oleh tersangka RI yang dilaporkan oleh orang tua korban berinisial A.

Yang mana, hingga Selasa (6/10/20), pihaknya baru menerima laporan dari dua korbannya yang semuanya anak-anak.

Sementara, dari informasi yang didapat dari masyarakat, masih banyak anak yang menjadi korban cabul oleh tersangka RI, yang diperkirakan mencapai 20 anak.

“Kami masih terus mendalami kasusnya, sambil menunggu kehadiran korban lain untuk bisa diambil keterangannya sebagai saksi korban,” ujarnya.

Kepada tersangka IG maupun RI, aparat kepolisian menjerat dengan undang-undang yang sama, yaitu Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 82 dan 83, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.[yat]