Polisi Lumpuhkan Dengan Timah Panas Kepada Pelaku Penikaman di Dekat Jembatan Woma

0
89
Kombes Pol. AM Kamal
Kombes Pol. AM Kamal

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Satu orang pelaku dalam kasus penikaman yang menewaskan Deri Datu Padang (26) pada 12 Oktober 2019 lalu, berhasil ditangkap oleh Polisi dengan cara dilumpuhkan menggunakan timah panas (ditembak) di bagian kakinya.

Pelaku diketahui berinisial NW (35), ditangkap di salah satu hinai di Jalan Trans Kimbim, Kampung Piramid, Wamena, pada Kamis (17/10/19).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. AM Kamal menceritakan, bahwa pada hari Kamis (17/10/19) pukul 00.10 WIT dini hari, personil di lapangan mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku.

Setelah dilakukan koordinasi untuk melakukan penangkapan sesuai arahan dari Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono Sik. M.Si., personil langsung bergerak menuju ke tempat yang dimaksud.

“Pukul 01.30 WIT tim bergerak masuk ke rumah pertama dan mencari keberadaan pelaku di rumah tersebut namun pelaku tidak ditemukan,” ceritanya kepada awak media di Media Center Polda Papua, Kamis (17/10/19).

Tim kemudian bergerak menuju ke tempat kedua, tepatnya di dekat kali dan melakukan penggeledahan di honai tersebut dan melihat pelaku sedang tertidur di dalam honai.

“Saat hendak melakukan penangkapan pelaku berusaha melarikan diri melalui atap honai, sehingga personil melakukan tindakan tegas melumpuhkan pelaku dengan tembakan di kaki,” cerita Kabid Humas lebih lanjut.

Setelah dilumpuhkab, pelaku langsung dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan Iebih lanjut.

Untuk diketahui, bahwa kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (12/10/2019) Pukul 15.30 WIT, di sebelah jembatan Woma jalan Woma Wamena yang dilakukan oleh 2 orang pelaku yang mengakibatkan Korban bernama Deri Datu Padang (26) meninggal dunia dan rekannya Bunga Simon (27) mengalami luka-luka.

Kata Kabid Humas, bahwa saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Jayawijaya.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun,” ungkapnya.[yat]