Presiden RI Singgung Pelanggaran HAM Berat Dalam Sidang Tahunan 2022

MANOKWARI, PapuaSatu.com –┬áPresiden H.Joko Widodo menyinggung upaya menyelesaikan berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat masa lalu dalam pidatonya menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Gedung Parlemen, Jakarta pada tanggal 16 Agustus 2022.

Berbagai pelanggaran HAM berat di masa lalu yang terjadi di Indonesia terus menjadi perhatian serius pemerintah.

Pidato kenegaraan itu, disampaikan di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sidang tahunan tersebut, di Ikuti secara langsung oleh seluruh DPRD Provinsi maupun Kabupaten dan Kota se-Indonesia yang di dalamnya termasuk DPR Papua Presiden Jokowi mengatakan jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi saat ini dalam proses pembahasan.

Tindak lanjut atas temuan Komnas HAM masih terus berjalan, Selain itu Keppres pembentukan tim penyelesaian Non Yudisial atau pelanggaran HAM berat masa lalu juga telah ditandatangani.

Seperti diketahui, beberapa poin penting yang diungkap Presiden Jokowi dalam pidatonya kali ini.

Pertama, jaminan perlindungan hukum untuk masyarakat

Dalam pidato kenegaraannya, Jokowi sempat mengungkap soal perlindungan hukum, sosial politik, dan ekonomi untuk setiap masyarakat harus semakin diperkuat demi mempertahankan rasa keadilan di setiap diri Warga Negara Indonesia. Tak hanya itu, Jokowi juga mengungkap keadilan adalah salah satu kunci terlaksananya kehidupan suatu negara.

“Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu” ungkap Jokowi lewat Youtube Sekretariat Negara.

Kedua, singgung soal HAM

Tak hanya itu, Jokowi juga mengklaim bahwa dirinya sudah menandatangani Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu.

Hal ini disampaikan Jokowi sebagai salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah demi menegakkan HAM secara adil untuk seluruh rakyat tanpa melihat dari golongan manapun.

Ketiga, bahas soal pemberantasan korupsi

Jokowi juga menyampaikan bahwa lembaga negara telah berhasil mengungkap 3 kasus korupsi dengan nilai hingga triliyunan rupiah, yaitu korupsi Jiwasraya, Garuda, dan juga ASABRI.

“Korupsi besar di Jiwasraya, ASABRI, dan Garuda berhasil dibongkar dan pembenahan total telah dimulai” jelas Jokowi.

Keempat, krisis ekonomi masih di depan mata

Pandemi Covid-19 yang sudah mereda sekarang ternyata belum menjamin kebangkitan ekonomi global, termasuk ekonomi nasional. Selain itu, perangantara Ukraina dan Rusia juga menambah krisis yang terjadi, mengingat kedua negara ini memiliki hubungan ekspor impor dengan berbagai negara sehingga membuat banyaknya hambatan terjadi.

“Semua negara di seluruh dunia,sedang menghadapi ujian. Krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih.” ungkap Jokowi.

Kelima, ingatkan soal persaingan politik

Hal yang paling digarisbawahi Jokowi pada pidato kenegaraan ini adalah persaingan politik pada pemilu 2024. Jokowi juga mengingatkan soal politik identitas yang lekat dengan persaingan politik demi kemenangan suatu kelompok.

“Saya ingatkan, jangan ada lagi politik identitas. Jangan ada lagi politisasi agama. Jangan ada lagi polarisasi sosial,”tambah Jokowi.[free]