Puluhan Tamu Khusus Beri Kesaksian di Peringatan Hari AIDS Se-Dunia Tingkat Provinsi Papua

0
291
Caption : Puluhan ODHA (tamu khusus KPA Provinsi Papua) saat memberi kesaksian tentang produk Purtier Placenta dalam peringatan hari AIDS sedunia tingkat Provinsi Papua, di bukit foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (2/12/19)
Caption : Puluhan ODHA (tamu khusus KPA Provinsi Papua) saat memberi kesaksian tentang produk Purtier Placenta dalam peringatan hari AIDS sedunia tingkat Provinsi Papua, di bukit foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (2/12/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pada peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Provinsi Papua yang digelar KPA Provinsi Papua di Bukit Foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, puluhan Tamu Khusus/ODHA tampil memberi kesaksian atas program pembagian produk Purtier Placenta dari KPA Provinsi Papua.

Seperti dikatakan salah satu Tamu Khusus dari Kemtuk Gresi yang sudah empat tahun dinyatakan posistif mengidap HIV yang mengaku sebelum diberi suplemen Purtier Placenta badannya lemah.

“Saya mengidap HIV selama 4 tahun, dan setelah mendapat pelayanan dari KPA sejak bulan April 2019, sekarang saya sudah sembuh,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan oleh sejumlah Tamu Khusus lainnya yang menyatakan semakin membaiknya kesehatan fisik tubuhnya setelah mengkonsumsi Purtier Placenta yang dibagikan gratis dari KPA Provinsi Papua.

“Saya minta kepada pemerintah untuk bila lebih banyak mendatangkan Purtier Placenta, agar saudara-saudara kami yang bernasib sama dengan saya bisa terlayani dan bisa lebih sehat,” ungkap Tamu Khusus lainnya yang datang dari wilayah adat Meepago.

Sementara itu, Yan Matuan selaku Ketua Harian KPA Provinsi Papua saat ditemui awak media usai ibadah raya mengungkapkan bahwa mendatangkan hampir 30-an Tamu Khusus yang disebutnya sebagai tamu khusus bagi KPA Papua.

“Tadi sudah dengar sendiri kata-kata mereka, bukan kata pengurus KPA atau pejabat,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa dengan memberikan food suplemen  Purtier Placenta, para tamu khususnya bisa tertolong. “Pesan ini harus disampaikan kepada para pengambil kebijakan di Provinsi Papua,” ungkapnya lagi.

Dalam hal ini, kata Yan Matuan, para Tamu Khusus berpesan agar melalui dana otonomi khusus yang banyak, bisa untuk mendatangkan Purtier Placenta lebih banyak, guna membantu para Tamu Khusus lebih sehat lagi.

“Oleh sebab itu KPA Provinsi Papua sudah mengadakan dua program. Pertama adalah dengan mengadakan produk Purtier Placenta dan memberikan kepada tamu-tamu khusus secara gratis,

karena food suplement atau Purtier Placenta ini meskipun harganya sangat mahal, yaitu satu box isi 60 butir ini harganya Rp 6 juta, meskipun dana terbatas tapi saya bekerja keras untuk membeli,” tuturnya.

Hal itu, kata Yan Matuan, karena terbukti dengan food suplement tersebut para ODHA yang sudah dalam kondisi lemah  bisa bangkit. “Itu yang paling penting,” tandasnya.

Program KPA yang kedua, bahwa dengan dana yang sedikit yang dimilikinya, KPA Papua juga memberikan bantuan dana Rp 500 ribu.

“Melalui dana itu, supaya mereka dengan dana sedikit ini mereka bisa membeli makanan asupan yang bergizi,” jelasnya.

Yang mana, para Tamu Khusus telah bertahun-tahun  makan obat yang berbahan kimia, yang dikategorikan sebagai obat-obat keras, sehingga tubuhnya mengalami gangguan.

“Oleh sebab itu mereka perlu vitamin dan nutrisi. Sehingga  dengan dana sedikit, kami bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank BRI, mereka sekarang sedang menerima hak-hak itu,” jelasnya lagi.

Peringatan Hari AIDS oleh KPA tersebut, mengangkat thema besat “Selamatkan Yang Sisa dari Yang Tersisa” , yang merupakan pesan Gubernur Papua Lukas Enembe selaku Ketua Umum KPA Provinsi Papua saat melantik Yan Matuan sebagai Ketua Harian KPA Papua pada 20 Desember 2018.

“Itu pesan beliau yang bilang, KPA baru ini saya kasih tugas, apapun caranya untuk bekerja keras selamatkan yang sisa dari yang tersisa,” ujarnya.

Dikatakan, HIV AIDS merupakan pembunuh berdarah dingin yang membuat banyak orang Papua mati. Akibatnya, jumlah penduduk Papua semakin sedikit. “Kita ini sudah sisa, karena kita diserang dan dimatikan oleh HIV AIDS,” tandasnya.[yat]