Rektor ISBI Papua : Perkembangan Seni Budaya di Papua Perlu Dikaji Secara Ilmiah

0
94
Rektor ISBI Tanah Papua Prof. I Wayan Rai S.MA, saat memberikan keterangan kepada Papuasatu.com, Selasa, (08/10/2019).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Di era Revolusi Industri 4.0, kata Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, perlu dikaji secara ilmiah.

Hal itu diungkapkan rektor ISBI di sela-sela seminar tentang perkembangan seni yang ada di Papua, yang diikuti mahasiswa, dosen, dan tamu seminar yang diselengarakan oleh ISBI Tanah Papua di Aula ISBI Expo Waena Jayapura, Papua Selasa (08/10/2019).

“Perkembangan nila seni dan budaya yang dimiliki oleh Papua, kini perlu dikaji secara ilmiah di era revolusi industri 4.0 ini, karena pada umumnya buadaya Papua itu sangat kental dan selama ini metode yang dipakai untuk pengembangannya atau pengajaran kepada generasinya itu hanya melalui lisan,” jelas Rektor ISBI Tanah Papua Prof.Dr. I Wayan Ri S.MA saat ditemui PapuaSatu.com, Selasa (08/10/2019).

Caption : Pemateri dan peserta seminar saat seminar berlangsung di gedung Aula ISBI Tanah Papua, Selasa, (08/10/2019).

Seminar dalam rangka pra dies ISBI Tanah Papua yang ke-5 tersebut, menghadirkan empat pemateri, masing-masing Prof.Dr. I Wayan Rai S. MA; IBG Surya Paradantha S.Sn., M.Sn; Muhamad Ilham M. Murda ST.M.Sn dan Syafiuddin S. Pd.

Syafiuddin selaku Ketua Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), dalam materi seminarnya menyampaikan, giat- giat membangun jiwa akademik  mahasiswa sejak dari perkuliahan di kampus  seni dan budaya, ISBI Tanah Papua, adalah untuk membangun seluruh SDM yang ada di Papua.

“Karena sayang kalau kebanyakan orang luar sudah mengetahui kekayaan alam yang dimiliki oleh tujuh wilayah adat Papua itu sangat bernilai tinggi, ketika diolah menjadi seni yang mempunyai estetika atau keindahan tersendiri dan berdaya saing global. Maka saya berharap para mahasiswa mulai berfikir kreatif untuk turut membangun industri kreatif mulai dari sekala kecil,” ungkapnya.

Dikatakan, materi seminar tersebut sangat membuka wawasan bagi para mahasiswa, dosen, dan lebih luasnya masyarakat Papua untuk fokus pada pengembangan seni budaya Papua di bidang pengkajian dan penciptaan filosofi seni budaya di Papua.

Foto Bersama Peserta dan Pemateri di gedung Aula ISBI Tanah Papua Expo Waena sesudah seminar, Selasa, (08/10/2019).

“Karena kami ingin melestarikan motif-motif tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Papua. Lalu kemudian hasil pelestariannya dijadikan sebagai refrensi tertulis, mengkatalogisasi, mengiventarisir, bahakan dalam bentuk dokumentasi audio visual dan itu semua untuk Tanah Papua,” paparnya.

Menurutnya, potensi alam Papua yang sangat kaya ini akan punah jika tidak ada yang peduli untuk melestarikan, apalagi tingkat kemajuan teknologi di era revolusi 4.0 ini sangat pesat.

“Kami sebagai akademisi kampus ISBI tanah Papua mengarahkan para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S1 Seni, ini ingin agar benar-benar menjadi Seniman Akademisi untuk Tanah Papua,” tambah IBG Surya.[miki]