Rumah Sakit Over Load, Pasien Covid-19 Akan Diarahkan Untuk Karantina Mandiri

0
89
Paramedis dari Puskesmas dan Rumah Sakit dan stakholder terkait di Kabupaten Jayapura saat mengikuti pertemuan terkait penanganan Covid-19 melalui karantina mandiri, di Hotel Suni Garden Lake, Selasa (14/7/20)
Paramedis dari Puskesmas dan Rumah Sakit dan stakholder terkait di Kabupaten Jayapura saat mengikuti pertemuan terkait penanganan Covid-19 melalui karantina mandiri, di Hotel Suni Garden Lake, Selasa (14/7/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengungkapkan, bahwa ada tiga metode perawatan terhadap pasien Covid-19.

Tiga cara tersebut, yakni dengan mengisolasi di rumah sakit, melakukan isolasi terpusat dan karantina mandiri di rumah.

Menariknya, proses penyembuhan pasien positif Covid-19 tampaknya relatif lebih cepat bila dilakukan karantina mandiri.

“Isolasi mandiri ini kita lakukan sejak tanggal 5 Juni 2020, ada sekitar 20 lebih yang isolasi mandiri,” ungkap Bupati Awoitauw saat ditemui wartawan di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Selasa (14/7/20).

Yang menjadi perhatiannya, kata Bupati Mathius Awoitauw yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, adalah waktu proses penyembuhan yang relatif lebih cepat.

“Yang kita lihat ini waktu proses penyembuhannya, di rumah lebih cepat dibanding di rumah sakit atau isolasi terpusat seperti yang pernah kita lakukan di salah satu hotel,” ujar bupati.

Kalau ternyata karantina mandiri tersebut terbukti sebagau cara cepat dan baik dalam penanganan kasus positif Covid-19, maka bukan tidak mungkin dapat lebih diseriusi penangannya dengan metode tersebut.

“Kalau ini (karantina mandiri) menjadi satu cara yang cepat dan baik, kenapa kita tidak serius untuk dilakukan karantina mandiri,” tandasnya.

Suasana di rumah yang lebih menyenangkan dan tidak ada tekanan serta kenyamanan yang lain bila karantina mandiri, dimungkinkan menjadi faktor pendukung percepatan kesembuhan pasien Covid-19.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Roby Kayame mengungkapkan, bahwa pihaknya mendorong penerapan karantina mandiri untuk di semua kabupaten, karena terkait keterbatasan daya tampung rumah sakit.

“Saat ini yang karantina ada di Kabupaten Jayapura 20 dan di Kota Jayapura 104,” ungkap Kayame saat disinggung total pasien di Papua yang karantina mandiri.

Dikatakan, bahwa pemikiran untuk dilakukan karantina mandiri, didasari bahwa 16 rumah sakit rujukan yang ditunjuk sebagaimana kebijakan awal untuk perawatan pasien Covid-19, tidak lagi mampu menampung (over load).

“Semula seperti itu, ternyata di sana (rumah sakit) over load,” jelasnya.

Karena itu, didorong untuk bagaimana Puskesmas bisa merawat pasien Covid-19.

Dengan karantina mandiri, kontrol rutin terhadap pasien menjadi tugas paramedis di Puskesmas terdekat dengan rumah pasien.

Dijelaskan, bahwa sebelum diberlakukan karantina mandiri untuk pasien Covid-19, pihaknya melaksanakan penguatan (on the job training) mulai tingkat dinas kabupaten hingga Puskesmas.

“Supaya Puskesmas itu tau, memahami dan mampu melaksanakan penatalaksanaan orang dengan Covid-19, termasuk ODP, PDP dan OTG,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura menambahkan, bahwa kepada pasien Covid-19 dan keluarganya, diperlakukan sama, sebagaimana saat dilakukan perawatan di rumah sakit, yaitu terus dipantau dan dibekali dengan obat-obatan yang dibutuhkan serta diberi bantuan sosial lainnya.

“Kan untuk yang karantina mandiri, tidak boleh keluar rumah, dan tidak ada orang yang boleh datang,” ungkapnya.

Untuk karantina mandiri, kata Khairul Lie, juga disyaratkan mendapat dukungan keluarga dan masyarakat sekitar, termasuk tokoh-tokoh masyarakatnya.

Dengan karantina mandiri, peran Puskesmas juga menjadi sangat penting dalam penanganan pasien Covid-19, terkait koordinasi dengan rumah sakit dan pengawasan atau pemantauan terhadap pasien.[yat]