Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Tangkap Tokoh TRWP

0
212
Pentolan TRWP saat diinterogasi di Pos Kotis Satgas Pantas RI_PNG

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH yang menjaga wilayah perbatasan RI-PNG, berhasil menangkap satu orang tokoh Tentara Revolusi West Papua (TRWP) beserta 7 orang simpatisan saat melewati pos penjagaan Pos Kotis Satgas Yonif PR 328/DGH, Minggu (12/05).

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan, penangkapan bermula saat rombongan Simpatisan TRWP tersebut datang dari arah PNG menuju Jayapura.

“Saat akan melewati pos penjagaan dilakukan protap pemeriksaan rutin oleh Danru jaga provost atas nama Sertu Iwan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebuah kartu identitas anggota TRWP didalam tas,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di Pos Kotis Satgas diketahui bahwa salah satu simpatisan TRWP merupakan Tokoh penting dari TRWP berpangkat Mayor Jendral.

“Saat kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut banyak kami temukan dokumen-dokumen kegiatan dari organisasi ini yang dilakukan di PNG seperti KTA TRWP, Laptop yang berisi video kegiatan TRWP serta dokumen tertulis lainnya,” paparnya.

Salah satunya, kata Mayor Erwin, merupakan tokoh penting organisasi TRWP, yakni sebagai penggalang dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan organisasi mereka.

“Ada 8 simpatisan dengan dipimpin oleh MW (50 Th) sebagai pimpinan rombongan ini, kemudian YT (40 Th), MW (27 Th), EW (49 Th), HT (40 Th), FW (46 Th) dan BU (46 Th),” urainya.

MW, dalam pemeriksaan di Pos Kotis, juga mengenali semua pejabat-pejabat dari organisasi mereka.

Dansatgas pun mengarahkan kepada para simpatisan TRWP tersebut agar kembali kepada NKRI dan apa yang mereka lakukan selama ini salah.

“Kami berikan pemahaman bahwa Papua adalah bagian Indonesia, dan Pemerintah sudah berupaya untuk memajukan Papua,” lanjutnya.

Dalam pemeriksaan barang bukti yang dibawa oleh tersangka, diamankan sebuah laptop yang berisi foto-foto dan video kegiatan-kegiatan dari Organisasi tersebut.

“Untuk data-data ini akan kami dalami kembali dengan berkoordinasi dengan satuan atas untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Atas perintah Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosuha Pandit Sembiring, saat ini seluruh tersangka berikut barang buktinya telah diserahkan ke Polda Papua untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.[yat]