Satu Anggota TNI Luka Saat Selamatkan Pemilik Kios Dari Serangan Orang Mabuk di Tolikara

0
65
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seorang anggota TNI mengalami luka pada pelipis mata kanan yang dilakukan oleh salah seorang pria berininsial (27), pada Sabtu Sabtu (9/11/2019) sekira pukul 12.00 WIT di Jln. Giling batu, Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara.

Data yang dihimpun dari Pendam XVII/Cenderawasih, bahwa pelaku YW bersama empat rekannya diketahui sedang dipengaruhi minuman keras. Lantas sikap mereka melakukan tindakan  pengancaman dan serangan serta pengrusakan terhadap ASSO, salah satu pemilik kios di Karubaga Kabupaten Tolikara.

Sontak kejadian itu, korban yang merupakan anggota TNI melintas di lokasi kejadian sehinga berupaya untuk menyelamatkan pemilik kios dari serangan pelaku, namun korban ikut diserang hingga mengalami luka pada pelipis mata kanan.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa ada anggota TNI yang mengalami luka pada pelipis mata kanan karena berusaha menyelamatkan pedagang kios yang dilakukan oleh pelaku, dimana saat itu sedang dipengaruhi minuman keras (dalam kondisi mabuk).

Dikatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, anggota gabungan Satgas TNI dan Polres menuju tempat dimana pelaku bersama rekannya melakukan pesta minuman keras dan melakukan aksi pengrusakan dan pengancaman terhadap milik Kios/toko dengan menggunakan senjata tajam parang dan batu.

“Saat dilokaso,  anggota TNI bersama Polres memberikan arahan kepada warga yang mabuk namun mereka tidak terima kemudian dengan menggunakan parang menyerang dan melawan aparat Gabungan,” jelasnya.

Namun karena terjadi penyerangan dan pengancaman tersebut maka anggota gabungan TNI/Polri mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan warga yang mabuk.

“Sebagian pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan dengan terus mengancam dan menyerang aparat gabungan dengan menggunakan parang dan batu dan aparatpun melepaskan tembakan peringatan kembali agar tidak melarikan diri,” ujarnya.

Para pelaku, tetap beringas untuk menyerang aparat Gabungan yang akhirnya mengakibatkan korban Yalimen Wandik terkena tembakan yang kemudian sempat dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, namun sesampainya di rumah sakit tidak bisa tertolong karena kehabisan darah.

Sementara salah satu rekan pelaku berininsial YW diamankan di Polres guna diambil keterangan dan pengusutan lebih lanjut.

Dalam insiden tersebut diketahui seorang anggota TNI mengalami luka memar dibagian pelipis mata kanan dan selanjutnya kasus tersebut sementara ditangani dan didalami oleh Polres setempat. Kodam XVII/Cenderawasih bersama Polda akan melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut dengan menurunkan Tim Investigasi Gabungan. [pendam/loy]