Satu Orang DPO Kasus Mutilasi Berhasil Ditangkap, Kodam XVII/Cenderawasih Beri Apresiasi

30

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Terkait berhasilnya aparat Satgas Damai Cartenz dan Polres Mimika dalam upaya pengejaran seorang DPO kasus mutilasi mendapat apresiasi dari Kodam XVII/Cenderawasih.

“Bahwa Kodam XVII/Cenderawasih mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas penangkapan DPO kasus pembunuhan disertai Mutilasi terhadap 4 warga sipil dari Kab. Nduga yaitu Sdr. Roy Marthen Howai oleh Tim Gabungan Satgas Damai Cartenz dan Polres Mimika,” ungkap Kolonel Kav. Herman Tasyaman, S.I.P., M.H. menyampaikan dalam.keterangan persnya, Minggu (09/10).

Kapendam juga meminta kepada semua pihak untuk mempercayakan kepada pihak Polres Mimika, khususnya penyidik untuk menindaklanjuti proses hukum pasca penangkapan DPO kasus pembunuhan disertai Mutilasi yaitu Sdr. Roy Marthen Howai.

“Diharapkan penangkapan DPO tersebut, membuat kasus pembunuhan disertai mutilasi yang melibatkan 6 Oknum Prajurit TNI AD pada tanggal 22 Agustus 2022 di SP. 1 Distrik Mimika Baru, Kab. Mimika, menjadi terang benderang,” ujarnya.

Dengan penangkapan DPO tersebut, diharapkan juga tidak lagi terjadi spekulasi-spekulasi pemberitaan, bahkan pemberitaan Hoax yang kerap terjadi, serta proses hukum secepatnya dapat diselesaikan sehingga diperoleh kepastian dan keadilan hukum.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, bahwa DPO atas nama Roy Marten Howayangsung dibawa ke Polres Mimika untuk dimintai keterangan.

“Hingga saat ini Roy masih dalam pemeriksaan secara maraton,” kata Kombes Kamal, di Jayapura, Sabtu (8/10) malam.

Dijelaskan bahwa sebelum ditangkap Roy sempat membantah dirinya terlibat dalam pembunuhan 4 warga sipil terkait pembelian senjata tersebut. Dia mengaku hanya sebagai perantara kepada korban dengan pelaku.

“DPO ini awalnya membantah, terus membuat video pernyataan melalui media youtube milik salah satu media dan dia mengaku sebagai perantara jual beli senjata api ilegal,” kata Kabid Humas.[redaksi]