Satu Personil Polisi Ditemukan Tewas Setelah Tujuh Jam Disandera

0
62
Kombes Pol. Drs. AM. Kamal,SH (Foto/A. Jainuri/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah dikabarkan disandera oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB), seorang anggota Polisi atas nama Briptu Heidar ditemukan dalam keadaan tewas.

Briptu Heidar dikabarkan disandera Hari Senin (12/8/19) sekitar pukul 11.00 WIT di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, dan baru ditemukan tidak jauh dari lokasi penyanderaan dalam keadaan tak bernyawa sekitar pukul 17.30 WIT.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. AM. Kamal,SH menceritakan bahwa peristiwanya terjadi saat korban Briptu Heidar bersama rekannya Bripka Alfonso Wakum sedang mengendarai sepeda motor untuk melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Puncak.

“Pada saat melintas di Kampung Usir, Briptu Heidar dipanggil oleh seorang warga yang dikenalinya, nah saat itu Bripka Alfonso memberhentikan kendaraannya dan Briptu Heidar pergi menemui orang tersebut, sedangkan Bripka Alfonso menunggu di motor,” ungkap Kabid Humas kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin.

Saat itu, Briptu Heidar yang sedang berbicara dengan temannya, tiba-tiba sekitar delapan orang datang dan langsung menculik Briptu Heidar.

Karena dalam poisis tidak membawa senjata dan menyadari kalah jumlah, Bripka Alfonso langsung kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago Kabupaten Puncak.

Kata Kabid Humas, setelah menerima laporan peristiwa tersabut, Kapolres Puncak Jaya, Bupati, dan para tokoh setempat melakukan negosiasi terhadap kelompok tersebut.

“Kami juga meminta  untuk  segera membebaskan anggota kami, selama ini anggota kami melaksanakan tugas di daerah tersebut tidak memiliki catatan buruk, tetapi selalu aktif berkomunikasi dengan warga setempat,”  ujarnya.

Namun sekitar pukul 17.30 WIT, Briptu Heidar ditemukan tidak jauh dari TKP penculikan dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

“Jenazah almarhum sudah dievakuasi dari lokasi kejadian dan saat ini telah berada di Puskesmas setempat, untuk dibersihkan,” jelasnya.

Kabid Humas pun menyatakan belum mengetahui pasti luka yang yang dialami Briptu Heidar, karena terkendala masalah komunikasi dari Kabupaten Puncak.

Dikatakan, bahwa sementara jenazah Briptu Heidar disemayamkan di Puskesmas Ilaga, dan rencana Hari Selasa (13/8/19) diterbangkan ke Timika untuk selanjutnya diterbangkan lagi dan untuk disemayamkan di Makassar, Sulawesi Selatan.[yat]