Satu Prajurit TNI Gugur Diserang Massa Dari Mahasiswa Papua di Expo Waena

0
12221
Caption : Salah satu prajurit TNI gugur usai di bacok oleh masa dari mahasiswa di Expo Waena, distrik Heram-Kota Jayapura, Senin (23/09/2019)
Caption : Salah satu prajurit TNI gugur usai di bacok oleh masa dari mahasiswa di Expo Waena, distrik Heram-Kota Jayapura, Senin (23/09/2019)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Seorang Prajurit Yonif 751/Raider, Praka Zulkifli yang sedang melaksanakan tugas BKO Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan dibacok oleh masa dari mahasiswa Papua di di Expo Waena, Senin (23/09/2019) siang.

Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, membenarkan adnaya satu prajurit gugur akibat dibacok oleh massa mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua.

“ Sebelumnya massa AMP ini melakukan demo di depan Auditorium Universitas Cenderawasih  untuk menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Papua,” katanya.

Namun aksi tersebut tidak mendapat ijin dari Polda Papua maupun dari pihak Rektorat Uncen. Massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum dengan dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.

Tepat pukul pukul 11.00 WIT massa tiba di Expo Waena, distrik heram-Kota Jayapura. Saat tiba dilokasi massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang.

Bahkan massa AMP berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Waena untuk melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat.

“Korban Almarhum Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam. Korbanpun mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang,” jelas Dax.

Lanjutnya, korban sempat dievakuasi menuju RS. Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan. Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia. Rencana pemakaman akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban.

Dax menuturkan, atas nama Kodam XVII/Cenderawasih, Pangdam Mayjen TNI Herman Asaribab, menyatakan turut berduka cita kepada keluarga almarhum.

“Sebagai seorang prajurit, almarhum Praka Zulkifli telah memberikan bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara dengan memberikan jiwa dan raganya demi terciptanya rasa aman di tanah Papua” ucap Pangdam saat melihat jenazah Praka Zulkifli di RS. Bhayangkara. [loy]