Selama Empat Jam, 4.320 CPNS Kota Jayapura Bertaruh Gunakan Sistem CAT

0
433
Caption : Sebelum mengikuti Tes Sistem CAT, peserta CPNS saat mendengar sambutan Wali Kota Jayapura di lapangan SMK N II Jayapura, Rabu (19/6/2019) pagi.
Caption : Sebelum mengikuti Tes Sistem CAT, peserta CPNS saat mendengar sambutan Wali Kota Jayapura di lapangan SMK N II Jayapura, Rabu (19/6/2019) pagi.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam kurun waktu 220 menit atau kurang lebih hampir 4 jam, para peserta CPNS Kota Jayapura bertaruh menggunakan sistem CAT untuk merebut 316 formasi.

Pada hari pertama tes CPNS, Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano, MM mengatakan bahwa sistem CAT digunakan agar transparan.

“Lewat sistem CAT ini maka penentuan kelulusan bukan lagi ditentukan oleh walkot tapi hasil jerih payah peserta.Ini benar-benar murni untuk menguji kemampuan para CPNS,”katanya dalam sambutan pembukaan CPNS yang dilangsungkan di SMK N II Jayapura, Rabu (19/6/2019) pagi.

Maka lewat kesempatan ini, ia ingin memberikan motivasi kepada para peserta agar bisa lebih percaya diri dan bersemangat menjalani tes. “Percaya terhadap diri sendiri bahwa anda mampu,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Jayapura, Dr Robert J.Betaubun, S.Pd, MM mengungkapkan tes CPNS akan berlangsung kurang lebih selama 11 hari. “Mulai 19 Juni hingga 2 Juli 2019. Diawali oleh tes standart kompetensi dasar dan standart kompetensi bidang,”ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa setiap hari selesai tes berlangsung, ruang IT atau ruang tes akan disegel oleh BKN Pusat maka tidak akan ada kecurangan. “Ya dan nanti esok pagi pada saat tes mau dimulai baru segel tersebut dibuka. Bahkan server pun dikunci,”tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa dari 316 formasi, yang akan diterima 80% adalah orang asli papua (OAP) dan 20% adalah non papua. Namun ia mengaku bila dalam formasi tersebut tidak ada calon ada OAP maka akan didahulukan oleh orang yang lahir dan besar di Papua.

“Karena orang yang lahir besar di Papua adalah orang Papua. Bila nanti ia diangkat menjadi PNS, ia tidak akan minta pulang ke kampung halamannya karena kampungnya sendiri adalah di Papua,”jelasnya.

Kembali lagi ia ingatkan kepada para peserta CPNS agar saat tes tidak diperkenankan menggunakan telepon seluler, jam tangan dan cincin. [ayu]