Selundupkan 1 Ton Vanili Senilai Rp 3 Miliar, Empat WNA Ditangkap

Komandan Lantamal X Jayapura, Laksma TNI Yeheskiel Katiandago, SE, MM, saat merilis hasil penangkapan 1 ton vanili illegal

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Empat warga negara asing (WNA) asal Papua New Guinea (PNG) ditangkap karena menyelundupkan 1 ton vanili ke Indonesia melalui kota Jayapura pada hari Selasa (6/7) lalu.

Menurut Komandan Lantamal X Jayapura, Laksma TNI Yeheskiel Katiandago, SE, MM, awalnya mendapat laporan dari masyarakat lalu diolah oleh pihaknya dan melalui Dansatrol X Jayapura langsung patroli sesuai laporan masyarakat.

“Sumbernya adalah masyarakat sendiri. Hari selasa kami dapat informasi, langsung diolah oleh kami dan kami turun lapangan. Ini ternyata sudah lama tapi baru sekarang tertangkap,” katanya saat jumpa pers, Rabu (7/4) pagi.

Diungkapkan, total vanili yang diselundupkan adalah 36 koli vanili atau bila ditimbang mencapai 1 ton.

“Ini lebih dari 1 ton, maka kita simpan sebagai bukti pertanggung jawaban kita kepada bangsa, negara dan masyarakat. Ini akan diserahkan kepada beacukai, karantina dan imigrasi supaya lakukan pendalaman. Ini kalau diuangkan bisa mencapai Rp 3 Miliar,” ungkap Laksma TNI Yeheskiel.

Ia akui, komoditi ini sering masuk ke Papua tetapi baru bisa ditangkap sekarang.

“Ini sudah lama rapi baru bisa dibuktikan sekarang. Didalam mungkin ada yang bermain, ini sedang dijadikan konsentrasi kami sekarang. Ini akan diproses hukum agar bisa menjaga wibawa negara ini,” akunya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura Papua, Bambang Permadi, SH., MH menyampaikan, ini merupakan suatu keuntungan besar bagi negara apabila bisa dijual.

“Ini menjadi suatu keuntungan besar bagi negara karena saya dengar nilainya 3 Miliar. Kalo memang ini mau kita angkat menjadi salah satu pemasukan negara, kalau nanti dari hasil karantina bisa kita jual dan para tersangka bisa kita proses dalam tindak pidana, itu menjadi lebih besar dan negara liar menjadi lebih segan,” ujarnya.

Ia tegaskan bahwa hal itu merupakan salah satu bentuk penegakan hukum.

“Uang dari hasil penjualan masuk ke negara, pelaku pun kita bisa tahan di negara kita sesuai Undang-Undang Keimigrasian. Nanti dari hasil tindakan penyelidikan Angkatan Laut, apabila berkas ini mau dilimpahkan ke kita, kita siap dan kita tunggu,” tukasnya.[ayu]