
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), Prof. Dr. H. Mansyur Achmad secara resmi melantik Supriadi Laling sebagai Ketua Pengurus Daerah PORDI Papua, yang berlangsung di Hotel Sunni Abepura, Jumat (29/8/2025).
Kepada wartawan, Prof. Mansyur menjelaskan bahwa PORDI akan memasuki usia keenam pada Desember mendatang, yang akan ditandai dengan pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ke-6 di Banten.
Pelantikan PORDI Papua menjadi tonggak penting karena Papua kini menjadi provinsi ke-20 yang resmi memiliki kepengurusan PORDI. Dengan begitu, organisasi ini telah memenuhi syarat minimal KONI yakni memiliki pengurus di lebih dari setengah provinsi di Indonesia.
“Setelah pelantikan ini, kami mendorong pengurus Papua untuk segera melakukan konsolidasi dengan seluruh pemda di wilayahnya. Target utama adalah pembentukan kepengurusan di delapan kabupaten dan satu kota, serta membentuk ‘gardu’ sebagai basis pembinaan atlet,” ujar Prof. Mansyur.
Ia menambahkan, gardu-gardu tersebut adalah kelompok komunitas Domino yang terdiri dari minimal 10 orang dan dapat dibentuk di tingkat desa atau kampung. “Gardu inilah yang nanti akan menjadi fondasi dalam mencetak atlet-atlet Domino berprestasi di Papua,” jelasnya.
Prof. Mansyur juga membuka peluang agar Kejurnas ke-7 mendatang bisa diselenggarakan di Papua, apabila konsolidasi dan kesiapan daerah sudah matang. “Kalau sudah siap, kenapa tidak? Kami sambut baik,” tegasnya.
Sementara itu, Supriadi Laling yang baru saja dilantik sebagai Ketua PORDI Papua menyampaikan komitmennya untuk segera membentuk kepengurusan di minimal lima kabupaten/kota sebagai syarat untuk mendaftarkan organisasi ke KONI provinsi.
“Kami sadar ini amanah yang berat. Tapi kami yakin dengan dukungan semua pihak, baik dari eksekutif maupun legislatif, organisasi ini akan tumbuh menjadi organisasi prestasi, bukan sekadar partisipasi,” kata Supriadi.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada dua Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan untuk pembentukan pengurus di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, yang pelantikannya akan dilakukan secara kolektif.
Lebih lanjut, Supriadi menyoroti pentingnya pembentukan gardu di tingkat kecamatan hingga desa, yang tidak hanya sebagai sarana bermain, tetapi juga pembinaan.
“Selama ini masyarakat biasa bermain kartu di warung atau kafe tanpa arah pembinaan. Sekarang, melalui PORDI, kami hadir untuk memberikan wadah dan struktur yang jelas,” ujarnya.
Supriadi kembali menegaskan bahwa PORDI adalah organisasi olahraga resmi, bukan sekadar rekreasi tetapi sebuah prestasi yang harus dicapai.
Oleh karena itu, aturan main juga akan ditegakkan dengan disiplin, mulai dari perlengkapan standar hingga teknis pertandingan yang telah diikuti oleh lebih dari 350 peserta dalam pelatihan baru-baru ini. [loy]










