Talud SMANKOR Jayapura Roboh, Beberapa Fasilitas Sekolah Rusak

89

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Talud SMA Negeri Khusus Olahraga (SMANKOR) Jayapura roboh mengakibatkan beberapa fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

Kepala Sekolah SMANKOR Jayapura, Dance Nawipa, S.Pd, M.Pd membeberkan kepada Komisi V DPR Papua saat tim dari Komisi V DPR Papua melakukan Inspeksi di SMANKOR Jayapura, Senin (25/7/2022) pagi.

Tim Komisi V DPR Papua yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy, S.AP dan didampingi oleh anggota-anggota Komisi V DPR Papua yakni Hengky Bayage, Tarius Mul, S.Sos, Deki Nawipa, Elli Wonda, Yohanes Ronsumbre dan Pieter Kwano.

Dance Nawipa, S.Pd, M.Pd mengatakan robohnya talud menyebabkan kerusakan di beberapa titik seperti dibelakang ruang perpustakaan, toilet, ruang Bimbingan dan Konseling (BK) serta ruang Osis.

“Kami menyayangkan hal tersebut karena perpustakaan jadi rusak dan buku-buku juga berantakan sehingga murid-murid nantinya tidak bisa memanfaatkan itu. Toilet juga ini rusaknya cukup parah, sehingga sementara waktu tidak dapat digunakan,” katanya.

Kerusakan toilet terbilang cukup parah karena selain bangunan yang rusak, saluran air juga rusak. Selain itu, ada bangunan diatas talud yang beberapa waktu lalu digunakan sebagai asrama atlit sepatu roda dan akan dihibahkan ke SMANKOR Jayapura sebagai asrama murid.

Dance khawatir, apabila talud tidak segera diperbaiki, maka bangunan tersebut bisa ikut roboh dan menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar. Dance juga berharap sementara dengan pengajuan perbaikan talud dan bangunan sekolah yang rusak, pemerintah dapat memberikan bantuan 2 unit bus untuk digunakan sebagai transportasi murid-murid ke sekolah.

“Tanggal 27 Juli, murid-murid akan masuk dalam proses belajar mengajar, biasanya mereka tinggal di asrama. Tetapi karena adanya kerusakan-kerusakan bangunan, mereka harus bolak-balik dari rumah ke sekolah. Sementara, murid-murid dari SMANKOR sebagian besar tinggal didaerah pemukiman yang jauh seperti Sentani, Genyem, Depapre, Keerom dan Senggi. Jadi saya mewakili guru dan orang tua memohon kepada Komisi V DPR Papua dan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (PPAD) Provinsi Papua untuk dapat mendengar permohonan kami,” ujar Dance.

Dikesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas PPAD Provinsi Papua, Protasius Lobya mengungkapkan perbaikan talud telah diusulkan kepada Sekda Provinsi Papua bidang Pendidikan.

“Kami sudah usulkan, kami berharap peran DPR Papua juga ikut mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk harus menyiapkan, tidak bisa ditunda ke tahun 2023 karena beresiko jika hujan lebat, gedung ex asrama atlit sepatu roda akan roboh,” ungkapnya.

Untuk nilai anggaran yang diperkirakan saat kunjungan, Protasius jelaskan sekitar Rp 10 Miliar. “Itu sudah termasuk dalam rusaknya toilet dan bangunan sekolah lainnya. Bukan hanya talud saja. Awalnya diperkirakan Rp 6,7 Miliar, ternyata kondisi dilapangan lebih dari itu. Dan ini sifatnya darurat jadi perlu penanganan serius dan cepat,” jelas Protasius.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy, S.AP mengatakan kondisi kerusakan SMANKOR Jayapura sangat memprihatinkan. Ia berharap adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua.

“Kalau boleh segera diselesaikan masalah ini, karena nantinya apabila asrama sudah difungsikan kembali, generasi-generasi muda kami akan datang dan melanjutkan study di SMANKOR Jayapura dan bisa berdampak kepada situasi yang tidak diinginkan, jadi sebaiknya lebih cepat diselesaikan permasalahan ini lebih baik,” tukasnya.

Menurutnya, harusnya pada saat iven PON XX Papua kemarin, dapat diperbaiki dengan lebih baik ternyata kontruksinya tidak memenuhi standar sehingga talud yang semula dibangun jadi roboh. “Tulangan talud tidak ada, cuma ditempel-tempel saja. Dengan sekarang sudah longsor dan mengakibatkan bangunan lainnya rusak dan tidak dapat digunakan,” tandas Jack.

Untuk menindaklanjuti hasil inspeksi, Komisi V DPR Papua akan mencoba bertemu dengan Sekda Provinsi Papua dan akan mencoba membahas dalam rapat Banggar. “Kita akan mencoba membuat rekomendasi supaya ada perhatian dari pemerintah provinsi terhadap permasalahan talud yang roboh,” pungkasnya. [ayu]