Tambah Satu Kota IHK, BPS Release IHK Gabungan 3 Kota di Papua

0
210
Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapari didampingi sejumlah pejabat di lingkungan BPS Papua saat merilis Berita Resmi Statistik (BPS) di kantornya, Senin (3/2/20).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kalau selama ini merelease indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipatau di dua kota, yaitu Kota Jayapura dan Merauke, mulai Januari 2020, BPS Papua merelease inflasi yang dipantau di tiga kota, karena ditambah dengan hasil pantauan IHK di Kota Timika.
Dikatakan Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapari, bahwa dimasukkannya Kota Timika sebagai salah satu Kota IHK, karena Kota Timika sudah termasuk kota besar di Papua, dan sebagai persiapannya, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan Surbai Biaya Hidup (SBH) sejak Tahun 2018.
Dan Tahun 2018 tersebut mulai dipakai oleh BPS sebagai tahun dasar baru dalam perhitungan berbagai data statistik yang terkait.
“Hasil pemantauan BPS Provinsi Papua selama Januari 2020 menunjukkan bahwa inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua sebesar 0,42 persen,” ungkapnya didampingi sejumlah pejabat di lingkungan BPS Papua saat merilis Berita Resmi Statistik (BPS) di kantornya, Senin (3/2/20).
Kondisi tersebut berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,71 persen.
Diantara faktor pemicu terjadinya inflasi, 0,121 persen dipengaruhi oleh kenaikan harga tomat, bawang merah sebesar 0,099 persen, ikan cakalang sebesar 0,077 persen, ikan ekor kuning sebesar 0,070 persen, sawi hijau sebesar 0,0064 persen, dan beberapa komoditas lainya.
“Secara umum inflasi tersebut didominasi oleh pengaruh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil total sebesar 0,52 persen terhadap total inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk perkembangan inflasi tahun berjalan Januari 2020 mencapai 0,42 persen.
“Pencapaian inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Januari 2019 yang sebesar 0,19 persen,” terangnya.
Selain itu, untuk inflasi year on year (yoy) Januari 2020 adalah sebesar 1,32 persen dan relatif lebih rendah dibandingkan yoy Januari 2019 yang sebesar 7,20 persen.[yat]