Tarius Minta Pertimbangan Gubernur Keterwakilan 14 Kursi dari Pegubin

0
184
Anggota DPR Papua Tarius Mul, S.Sos
Anggota DPR Papua Tarius Mul, S.Sos

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Hingga kini 14 kursi DPRP Papua atau seleksi calon anggota DPR Papua dari jalur pengangkatan belum ada keterwakilan dari daerah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Melihat kondisi anggota DPRP Papua Komisi V yang dari Daerah Pemilihan (dapil) V Papua meliputi Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Yalimo, Tarius Mul, S.Sos angkat bicara.

Tarius meminta kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe agar mempertimbangkan dan mengakomodir agar ada wakil dari Kabupaten Pegunungan Bintang untuk duduk di 14 kursi DPR Papua.

“Saya berharap bapak Gubernur bisa mengakomodir orang Pegunungan Bintang dalam 14 kursi DPR Papua. Dari sisi birokrasi, orang Pegunungan Bintang tidak pernah terakomodir, begitu juga dari sisi politik. Jadi saya minta harus memperhatikan kita Pegunungan Bintang karena dari 42 orang yang diumumkan, tidak ada satupun orang dari Pegunungan Bintang,” kata Tarius kepada PapuaSatu.com via watshaapnya, Senin (27/07/2020).

Tarius menegaskan, pertimbangan tersebut harus dilakukan sebab Kabupaten Pegubin juga termasuk daerah pengangkatan wilayah Laapago.

“Setiap kali seleksi, tidak pernah mengakomodir orang Pegunungan Bintang, padahal Pengunungan Bintang bagian dari Laapago sehingga harus ada keadilan bagi masyarakat Pegunungan Bintang,” tegasnya.

Selain itu, Tarius juga meminta untuk memberikan kesempatan pada daerah-daerah yang belum memiliki keterwakilan di 14 kursi, terutama dari Pegunungan Bintang. “Di Kabupaten Pegunungan Bintang ada 7 suku sehingga perlu diperhatikan dalam mengakomodir nama-nama 14 kursi DPR Papua jalur Otsus Di Papua, khususnya dari wilayah adat Lapago,” pinta Tarius.

Kendati demikian, Tarius mengaku kecewa karena ada beberapa orang yang menurutnya layak dan pantas untuk menjadi anggota DPRP Papua keterwakilan dari Pegunungan Bintang melalui 14 kursi.

“Banyak yang layak dan pantas, contohnya Pak Ignasius W Mimin, ada juga Pak Theodorus Sitodana. Kenapa tidak akomodir figur-figur dari Pegunungan Bintang ini? Jelas saja kami pun kecewa,” pungkasnya. [ayu/loy]