Teror Senjata Api Terhadap Kendaraan Operasional PT Freeport Indonesia di Mimika Kembali Muncul

0
137
Team Satgas TNI-Polri saat memberi bantuan dan mengamankan lokasi serta melakukan pemantauan di sekitar area Mile 60

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Aksi teror menggunakan senjata api terhadap kendaraan operasional PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika kembali muncul.

Kali ini, teror dari Orang Tak Dikenal (OTK), muncul di Area Mile 60 RPU 47, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, dengan sasaran kendaraan pengawalan Delta Zona dengan Nomor lambung 01-4762, yang terjadi pada Sabtu (30/11/2019).

Hingga berita ini dipublikasikan, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban materil akibat teror penembakan terhadap kendaraan pengawalan Delta Zona dengan nomor lambung 01-4762 yang dikemudikan oleh Ramadhani dengan membawa dua penumpang atas nama Latif dan seorang warga asing bernama MR. Mathew Philips.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengungkapkan bahwa aksi penembakan oleh OTK tersebut, diduga dari kelompok (Kriminal Separatis Bersenjata) KSB pimpinan Hengki Wamang.

Tentang kronologi kejadian tersebut, kata Kapendam, bermula ketika sekitar pukul 15.30 WIT mobil Patroli Zona Delta bergerak dari mile 64 menuju mile 58 untuk menunggu dan menjemput bis dari terminal gorong-gorong Kota Timika.

Selanjutnya pada Pukul 15.50 WIT terjadi aksi gangguan penembakan di area Mile 60 yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

“Mendengar aksi penembakan yang dilakukan oleh OTK tersebut, pada Pukul 16.00 WIT Team Satgas TNI-Polri langsung bergerak menuju Mile 60 untuk memberi bantuan dan mengamankan lokasi serta melakukan pemantauan sekitar area Mile 60,” terang Kapendam.

Lebih lanjut Kapendam juga mengimbau kepada Satgas TNI-Polri agar lebih waspada terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal yang ingin membuat suasana tidak kondusif di Papua.

“Kami berharap Satgas TNI-Polri lebih waspada terhadap kelompok-kelompok yang ingin membuat suasana di Papua tidak kondusif, dan untuk masyarakat kami berharap agar lebih hati-hati,” pungkas Kapendam.[yat]