Tidak Ada Tolerir Bila Ada Oknum TNI Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

30
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa,SE,MM.
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa,SE,MM.

SENTANI, PapuaSatu.com – Tim dari Kodam XVII/Cenderawasih bersama-sama dari Polda Papua sedang menyelidiki terkait kasus pembunuhan di Simpang 1, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, 22 Agustus 2022 lalu.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan tersebut mengakibatkan empat warga asal Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Tengah meninggal dunia, yang ditemukan di sungai dalam keadaan dimutilasi dan dimasukkan dalam karung.

Saat ini sudah tiga orang warga sipil yang diduga sebagai pelaku telah ditahan di Polres Mimika.

Dan terkait dugaan keterlibatan enam anggota TNI, Sub Denpom Mimika masih melakukan penyelidikan untuk untuk mengungkap peristiwa yang sangat keji tersebut.

“Kami terus bekerja sama dengan Polda untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi sebenarnya,” ungkap Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa kepada wartawan di Sentani, Senin (29/8/22).

Ditegaskan, TNI Angkatan Darat berkomitmen untuk menegakkan hukum dalam penanganan kasus tersebut.

Dan bila didapatkan bukti dan saksi terkait keterlibatan oknum prajurit TNI AD, akan diberi sanksi tegas sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Bila ada prajurit kami yang terlibat dalam proses tindakan kriminal kami tidak akan memberikan toleransi apapun,” tegas Pangdam.

Pangdam Cenderawasih pun menyatakan telah diperintah oleh Panglima TNI dan KASAD untuk melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.

Pangdam juga menyampaikan rasa keprihatinannya serta berbelasungkawa atas kejadian tersebut.[yat]