Tidak Sesuai Pemetaan, TPS 52 dan 53 Distrik Heram Adu Mulut

1228
Caption : Terlihat ketua KPPS di TPS 53 dan ketua KPPS di TPS 52 distrik Heram-Kota Jayapura adu mulut lantaran tempat TPS tidak sesuai prosedur
Caption : Terlihat ketua KPPS di TPS 53 dan ketua KPPS di TPS 52 distrik Heram-Kota Jayapura adu mulut lantaran tempat TPS tidak sesuai prosedur

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemilihan  serentak yang berlangsung hari ini, Rabu  (17 April 2019)  membuat masyarakat tidak nyaman. Pasalnya, tidak siapnya KPU Kota Jayapura, beberapa tempat pemungutan suara juta tidak sesuai pemetaan.

Seperti yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 53 distrik Heram-Kota Jayapura. Terlihat Ketua dan anggota KPS 52 dan Ketua KPPS 53 sempat ricuh.

Wersen Wandik selaku ketua KPPS di TPS 52 mengatakan, sesuai kesepakatan awal bahwa TPS 52 dan 53 serta 54 berada di lapangan Mahacendra atau kawasan Kampus Uncen Perumnas 3.

Namun pada hari pencoblosanternyata TPS 53 memisahkan diri di areal Gang Bobara 7. Hal dirinya merasa aneh, sementara warga yang terdaftar di TPS 53 berbondong-bondong datang ke TPS 52 yang sebelum disepakati di lapangan Mahadendra.

“Karena ketidak puasan warga mengamuk dan mendatangi TPS 53. Saya selaku Ketua KPPS mewakili warga ikut menyampaikan hal ini di TPS 53 untuk mempertanyakan kenapa bisa didirikan TPS 53 di gang bobara 7 ?,” kata Wersen sambil adu mulut dengan ketua KPPS 53.

Wersen mengaku kecewa karena hal ini tidak sesuai prosedur yang ada sehingga ia dan beberapa warga yang memiliki nama yang terdaftar di TPS 53 melakukan upaya untuk menghentikan proses pemeriksaan logistik sebelum pencoblosan.

“Jangan dulu dilanjutkan proses ini, seharusnya TPS 53 itu berada di area lapangan Mahacendra-Kapus Uncen Perumnas 3 Waena, bukan disini, mengapa logistik di distribusikan disini,”ucapnya.

Namun menurut ketua KPPS yang berada di TPS 53 gang bobara 7 Perumnas 3 Waena, Adi Budi Papilaya, ia melakukan hal ini sesuai dengan SK dan arahan dari Pak Lurah. “Kami hanya mengikuti arahan dari kelurahan dan kami juga memiliki SK,”tuturnya.

Budi mengungkapkan, sejak semalam (16/4/2019) arahan dari kelurahan bahwa TPS 53 berada di lapangan bulutangkis gang bobara 7 makanya ia beserta ketua RT dan para pemuda di kompleks mendirikan TPS.

“Kami tidak mungkin mau dirikan TPS bila tidak ada SK, bahkan logistik di distribusikan disini (lapangan bulutangkis bobara 7) berarti memang sudah sesuai dengan aturan yang ada,”ungkapnya.

Sementara itu menurut Hadi dari pihak Kepolisian yang bertugas di area TPS 53 menegaskan bahwa bila ada segala sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur silahkan langsung menghadap ke pihak keluharan.

“Kami dari pihak kepolisian bertugas menjaga keamanan pada saat pemilu berlangsung, bila ada pihak-pihak yang merasa tidak sesuai dengam prosedur yang ada, silahkan langsung ke kelurahan karena proses terkait pemilu yang terjadi di TPS tidak bisa dihentikan atau diprotes bila bukan dari bawaslu atau panwas,”tukasnya. [ayu/loy]