Tiga Orang Lagi Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura

558
RS Yowari tempat perawatan para pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Jayapura
RS Yowari tempat perawatan para pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Jayapura

SENTANI, PapuaSatu.com – Selasa (7/4/2020) malam, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) Kabupaten Jayapura mengeluarkan data terbaru, yaitu tiga orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dari hasil tes laboratoriumnya telah terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Dengan demikian, total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura menjadi lima orang.

“Ya sudah lima positif karena ada tambahan tiga orang yang positif virus Corona. Jadi tambahan 3 orang positif itu ada kontak erat dengan pasien Y9 yang sebelumnya sudah positif karena pernah kontak serumah,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM, M.Kes, kepada wartawan, Selasa (7/4/2020) malam.

Diterangkan, pasien Y9 setelah pulang dari Makassar, lalu pulang dan tinggal di rumahnya di Doyo Baru, Distrik Waibhu.

Kemudian pergi ke Kabupaten Sarmi, dan saat ini  sudah di rumah sakit dan orangnya juga sudah positif.

Dua pasien positif lainnya juga karena kontak serumah dan merupakan anak dari pasien Y9.

Dari data gugus tugas Covid-19 di Kabupaten Jayapura, Orang Dalam Pantauan (ODP) juga meningkat dari sebelumnya 110 orang menjadi 145 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 15 menjadi 19 orang.

Untuk hasil pemeriksaan laboratorium, pasien dinyatakan negatif sebanyak 8 orang dan positif 5 orang, dan sebanyak 399 orang telah dikeluarkan dari daftar ODP.

“Untuk saat ini jumlah PDP kita sekarang sudah 19 orang, kalau untuk ODP itu 145 orang. Sebenarnya sudah turun, namun ada penambahan lagi, karena sekarang ini kan ada kontak dekat dengan orang yang sudah positif. Itu semuanya langsung masuk ODP,” jelasnya.

Untuk PDP malah naik dari 15 menjadi 19, sedangkan untuk jumlah ODP yang sempat turun menjadi 110 orang, hari Selasa (7/4/20) naik menjadi 145 orang.

Kata Khairul Lie, mulai  hari Rabu (8/4/20) sudah dilakukan karantina terpusat yang disiapkan tempatnya selayaknya rumah sakit.

“Jadi mereka-mereka yang kita lihat tidak bisa lakukan karantina mandiri, maka kita masukkan ke karantina terpusat,” jelasnya.

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan berita hoax (bohong), dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaaan serta setiap orang yang keluar rumah harus menggunakan masker, kemudian jaga jarak, selalu rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun setelah beraktivitas dan jangan pegang bagian mulut atau wajah sebelum cuci tangan.[yat]