Tiga Tersangka Spesialis Pencurian Motor Di Sentani Berhasil Dibekuk, Dua DPO

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon SH., S.IK., MH., M.Si, didampingi Kanit Tipiter Polres Jayapura, Ipda Arif Sulaiman, S.TrK dan Kasubbag Humas Polres Jayapura Iptu Iwan, SE saat menunjukkan barang bukti nomor Polisi kendaraan yang dicuri, Senin (26/4/21).

SENTANI, PapuaSatu.com – Polres Jayapura melalui Tim Cyclop Polres Jayapura berhasil menangkap tiga tersangka pelaku spesialis pencurian sepeda motor (Curanmor) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (26/04).

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon SH., S.IK., MH., M.Si mengungkapkan, penangkapan ketiga tersangka didasarkan atas laporan polisi Nomor : LP/130/IV/2021/Res Jayapura.

“Tim Cyclop berhasil mengamankan tiga dari lima pelaku spesialis Curanmor di Sentani yakni SP (24), FH (20), MA, warga BTN Purwodadi Sentani,” ungkap Kapolres didampingi Kanit Tipiter Polres Jayapura, Ipda Arif Sulaiman, S.TrK dan Kasubbag Humas Polres Jayapura Iptu Iwan, SE kepada awak media di Mako Polres Jayapura, Senin (26/4/21).

Dari para tersangka, kepolisian berhasil mengamankan 1 unit kendaraan bermotor serta barang bukti kunci Y dan kunci T yang digunakan para pelaku dalam menjalankan aksinya.

Diceritakan Kapolres Jayapura, bahwa berdasarkan kronologis kejadian, kelima pelaku menjalankan aksinya di malam hari, pada tanggal 14 April 2021 di salah satu rumah warga di Belakang Pasar Baru Sentani, dan membawa kabur dua unit sepeda motor milik korban.

“Saat terbangun pagi, korban kaget melihat dua sepeda motornya hilang di teras rumahnya,” tambah Kapolres Jayapura.

Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jayapura, dan berdasarkan hasil pengembangan, Tim Cyclop Polres Jayapura mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan salah satu pelaku di rumahnya di BTN Purwodi.

“Tak butuh waktu lama Tim berhasil mengamankan salah satu pelaku SP (24), FH (20), MA, beserta barang bukti motor CRF dengan nomor polisi PA 3687 JE yang disembunyikan di kebun dekat BTN Purwodadi Sentani,” pungkas Kapolres.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan mengembangkan jaringan curanmor tersebut untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku lainnya yakni ND dan SM yang masuk dalam status DPO.

Akibat perbuatannya, para pelaku curanmor dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.[yat]