Tokoh Adat : Semua Atlet dan Official PON XX Dari Luar Papua Tidak Perlu Kuatir Soal Keamanan

Para volunter PON XX Papua 2021 yang merupakan para pemuda-pemudi yang berlatar belakang etnis dan suku yang berbeda namun bersatu dan berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada atlet, official serta tamu yang datang
Para volunter PON XX Papua 2021 yang merupakan para pemuda-pemudi yang berlatar belakang etnis dan suku yang berbeda namun bersatu dan berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada atlet, official serta tamu yang datang

SENTANI, PapuaSatu.com – Kesan bahwa Papua tidak aman yang ditunjukkan oleh sejumlah kontiggen, yakni dengan membawa pasukan Brimob mendapat tanggapan dari tokoh adat.

Yakni dari Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Benhur Wally dan Ondofolo Kampung Yoka, Izak Mebri.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw yang juga menjabat sebagai Ketua Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura, telah mengeluarkan statemennya yang menilai bahwa pengawalan yang dibawa dari daerah masing-masing adalah sangat berlebihan.

Kata Mathius, Kabupaten Jayapura adalah ibarat miniaturnya Indonesia.

“Sebab disini (Kabupaten Jayapura) Ada berbagai Kerukunan dan Ikatan Keluarga dari suku-suku di Nusantara ini. Kami hidup bersama dan berdampingan dalam kondisi kekeluagaan dan saling menolong satu sama lain,” ujar bupati.

Benhur Wally selaku Ketua AMAN pun menegaskan, dalam persiapan penyelenggaraan PON XX di Papua dan secara kusus Kabupaten Jayapura, seluruh Tokoh Adat dan Masyarakat sudah berkomitmen untuk mensukseskan PON XX.

Termasuk didalamnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat PON XX berlangsung.

“Ini pesta olahraga, wujud dari persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa yang setia dan senantiasa menjaga kedaulatan bangsa, bukan ajang pamer alutsista,” Kata Beny sapaan akrabnya.

Sementara itu, Isak Mebri, salah satu Tokoh Masyarakat Adat Sentani menyampaikan ucapan selamat datang bagi peserta Kontingen PON XX dari seluruh Indonesia di Bumi Khena Mbai U Mbai Kabupaten Jayapura.

“Seluruh masyarakat Papua di Kabupaten Kayapura tentunya akan menyambut semua peserta yang datang,” ungkapnya.

Dikatakan, semua masyarakat adat di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura hidup dengan damai dan berdampingan dengan saudara-saudara dari paguyuban nusantara.

“Tidak perlu kuatir, atau terprovokasi dengan informasi yang tidak benar soal papua diluar sana,” pungkasnya.[Humas Sub PB PON/yat]