
MANOKWARI, PapuaSatu.com – Ratusan Sopir Hilux yang selama ini melayani rute penumpang Manokwari Teluk Bintuni melakukan aksi Mogok di kawasan Gunung Botak, kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), provinsi Papua Barat, Minggu (11/01/2026).
Pasalnya, mereka terancam mata pencaharian, setelah Pemerintah diduga mengizinkan masuknya travel di Manokwari Bintuni.
Para sopir Hilux melakukan aksi di kawasan gunung botak, pertengahan Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat aksi ini akan berlangsung hingga Selasa pekan pekan depan.
Januarius Sufi, seorang warga pengguna mode transportasi darat jalur Bintuni mengaku, hari ini kesulitan mendapat kendaraan ke Bintuni.
“Saya dari Tambrauw mau ke Bintuni antar mas kawin Kaka perempuan tapi susah sekali dapat tumpangan mobil jalur Bintuni-Manokwari,”kata Januarius, Minggu (11/01/2026).
Ketua komunitas Hilux Jalur Manokwari-Bintuni, Nofti Tapilatu membenarkan adanya mogok.
“Kami melakukan ini karena diduga pemerintah mengizinkan travel yang beroperasi di Manokwari-Bintuni,”kata Nofti.
Seluruh sopir Hilux saat ini sedang berkumpul di kawasan Gunung Botak, distrik Ransiki, kabupaten Mansel.
Nofti mengatakan, aksi ini bertujuan menolak kehadiran Travel di jalur Bintuni-Manokwari.
“Kami tolak kehadiran Travel Transnusa di Jalur ini, 30 Tahun kami beroperasi di jalur ini telah memberikan sumber penghidupan bagi ratusan warga lokal,”kata Nofti.
Dia mengaku, persoalan ini sebelumnya telah dibawah ke DPR kabupaten Teluk Bintuni dan juga Bupati Teluk Bintuni hanya saja tak ada tindakan dari para pengambil kebijakan hingga kabar yang mereka dengar Travel Transnusa akan launching pada Senin (12/01/2026).
“Kami sudah bawah masalah ini ke Bupati Teluk Bintuni dan DPR namun nyatanya Travel akan melakukan launching besok Senin,”ujarnya
Samuel Serok, salah satu sopir Hilux Jalur Bintuni Manokwari mengatakan, 30 Tahun dia dan teman-temannya sopir melayani masyarakat sejak Bintuni masih jadi distrik hingga dimekarkan sebagai kabupaten tak ada Transportasi semacam travel masuk.
“30 Tahun kami melayani warga sejak zaman masih distrik jalan masih berlumpur hingga saat ini jalan sudah mulus baru ada perusahan transportasi yang masuk merusak piring makan kami,”kata Samuel
Samuel secara tegas, menolak Travel Transnusa masuk di jalur Bintuni Manokwari. Di sisi lain dia juga mendesak pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi, agar memperhatikan masalah ini.
“Kami minta perhatian pemerintah sebab hal ini bukan masalah satu atau dua orang tetapi kepentingan banyak orang,”kata Samuel.
Sekitar 300 lebih sopir Hilux khusus jalur Bintuni-Manokwari telah menggantung hidup dan menghidupi keluarga, kini mereka terancam dengan kehadiran Travel TransNusa di kawasan itu.[free]










