Ungkap Fakta, Tim Investigasi Bupati Terpilih Erdi Dabi-Jhon Wilil Bawa Hasil Keputusan KPU ke MK

Caption : Ketua Bawaslu Kabupaten Yalimo, Habakuk Mabel S.Sos saat menyerahkan salinan Putusan KPUD Kabupaten Yalimo Nomor 118 atas penetapan Erdi Dabi-Jhon Wilil sebagai Bupati Terpilih. Foto : Ist/PapuaSatu.com
Caption : Ketua Bawaslu Kabupaten Yalimo, Habakuk Mabel S.Sos saat menyerahkan salinan Putusan KPUD Kabupaten Yalimo Nomor 118 atas penetapan Erdi Dabi-Jhon Wilil sebagai Bupati Terpilih. Foto : Ist/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com  –  Setelah tim investigasi pasangan Bupati terpilih, Erdi Dabi S.Sos dan wakil Jhon Wilil melakukan investigasil atas hasil Keputusan KPU Kabupaten Yalimo atas pelaksanaan Pemilkada di Kabupaten Yalimo pada tanggal 5 Mei Tahun 2021, akhirnya menemukan hasil putusan KPU nomor 118 yang menetapkan pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil sebagai Bupati terpilih periode 2021-2025.

Ternyata hasil pemilukada tersebut ada permainan politik dari KPU Kabupaten Yalimo yang berusaha agar hasil pleno yang sudah ditetapkan pasangan calon bupat terpilih Erdi Dabi-Jhon Wilil tidak sahkan oleh DPRD Kabupaten Yalimo.

Atas permainan itu, salinan keputusan KPUD Kabupaten Yalimo terhadap penetapan pasangan Calon Erdi Dabi-Jhon Wilil yang merupakan pasangan calon nomor urut 1 tidak sampai di tingkat Provinsi baik Gubernur, KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi sampai ke tingkat Kemendagari.

Berdasarkan permainan kotor yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Yalimo, Tim Investagasi pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil menerobos ke Kantor Bawaslu untuk mencari fakta atas hasil keputusan KPU Kabupaten Yalimo tahun 2021.

Dari hasil tersebut, Bawaslu Kabupaten Yalimo mengeluarkan salinan Keputusan KPU Kabupaten Yalimo nomor 118, yang menetapkan Erdi Dabi-Jhon Wilil sebagai Bupati terpilih atas hasil pemilukada ulang pada tahun 2021.

Ketua Tim Investigasi Erdi Dabi-Jhon Wilil, Yorim Endama dalam keterangan persnya, mengatakan, pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil yang sudah ditetapkan oleh KPU Kabupaten atas hasil pemilukada 5 Mei 2021 merasa dirugikan.

Pasalnya, KPU kabupaten Yalimo menyembunyikan keputusan hasil Pilkada Kabupaten Yalimo pada saat sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga hasil sidang MK pada halaman 125 alinea 3.15.52 yang menyatakan bahwa adanya dua pemungutan suara  yang akhirnya MK berpendapat bahwa hasil yang ditemukan dalam persidangan belum ada, maka semua SK dinyatakan batal.

Setelah dinyatakan batal maka MK mengeluarkan Amar putusan nomor 1-10 dan di dalamnya putusan KPU nomor 118 yang isinya tentang Bupati terpilih Er Dabi dan wakilnya tidak dibatalkan.

Oleh karena itu, Yorim mengungkapkan, tim investigasi menilai bahwa keputusan tersebut masih berlaku.  “Jadi, saya selaku Ketua Tim Investigasi bersama anggota, mencari fakta dan melakukan investigasi di lapangan dengan melakukan pertemuan di beberapa lembaga sebagai ahli hukum di Papua, dan lebih khusus di Bawaslu Kabupaten Yalimo,” ujarnya.

Setelah mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Yalimo, pada  Jumat 10 Desember 2021, Bawaslu mengeluarkan salinan putusan KPU Kabupaten Yalimo nomor 118 yang menetapkan pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil sebagai bupati terpilih periode 2021-2025.

“Salinan ini kami sudah terima langsung dari Ketua Bawaslu Kabupaten Yalimo, Habakuk Mabel S.Sos. Dan akan bawa ke MK sebagai Bukti bahwa atas petunjuk MK sudah di laksanakan, sehingga kami meminta kepada MK melanjutkan permohonan kami  dan membuka sidang guna mengeluarkan keputusan yang baru dengan harapan agar MK memutuskan dan mengakui surat keputusan KPU Yalimo dan memerintahkan Mendagri untuk memproses SK pelantikan serta memerintahkan Gubernur Papua untuk mempersiapkan proses pelantikan terhadap bupati tepirlih Er Dabi-Jhon Wilil,” ujar Yorim.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Yalimo, Habakuk Mabel menyebutkan bahwa siap mengawal hasil keputusan KPUD Kabupaten Yalimo,

Hal ini mengingatkan waktu yang diberikan oleh MK selama 120 hari. “Waktu yang tersisa sampai 17 Desember 2021 sehingga mendesak tim investigasi mengejar dan menuntaskan masalah ini  yakni, menyerahkan salinan putusan KPU Yalimo atas hasil  PSU sehingga mengetahui siapa pemenangnya,” ujar Habakuk Mabel. [redaksi]